• Latest
  • Trending
IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

IMF: Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Kuat hingga 2023

Polresta Banda Aceh Selidiki Aktor di Balik Kebakaran Fakultas Pertanian USK

Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan USK, Koordinator Lapangan Jadi Tersangka

Presiden Jokowi Dikabarkan akan Lantik Dua Wakil Menteri

Wamentan Pastikan PT DSI Tak Cari Untung, Pengusaha Sawit Diminta Tak Khawatir

Bertemu Macron, Prabowo Bicara Stabilitas Timur Tengah dan Kemerdekaan Palestina

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’

Biogasoline Pertamax Green 95 Aman, Berkinerja Tinggi dan Ramah Lingkungan

Biogasoline Pertamax Green 95 Aman, Berkinerja Tinggi dan Ramah Lingkungan

JOKOWI, PRESIDEN FENOMENAL

JOKOWI, PRESIDEN FENOMENAL

Jokowi: PSI Berpeluang Lolos ke Senayan

PSI Titip Dua Pesan ke Jokowi Jelang Blusukan ke Daerah

Polda NTB Tangkap Kasat Narkoba Polres Bima

Ratusan Napi Usia 70 Tahun ke Atas Dapat Potongan Hukuman, Jabar Terbanyak

Keberatan Wajahnya Muncul di Film ‘Pesta Babi’, Mama Sinta Lapor ke Polisi

Keberatan Wajahnya Muncul di Film ‘Pesta Babi’, Mama Sinta Lapor ke Polisi

Sebelum Tinggalkan Paris, Prabowo Ajak Pengawal Prancis Foto Bareng

Sebelum Tinggalkan Paris, Prabowo Ajak Pengawal Prancis Foto Bareng

Israel Putuskan Hubungan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, Ini Pemicunya

Israel Putuskan Hubungan dengan Sekjen PBB Antonio Guterres, Ini Pemicunya

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Instruksikan Sekolah di RI Ajarkan Bahasa Prancis

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

IMF: Pertumbuhan Ekonomi RI Tetap Kuat hingga 2023

by Aspek
Januari 26, 2022
in EKONOMI
IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 dan 2023 diperkirakan kuat di tengah moderasi pertumbuhan ekonomi global. Hal ini berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) oleh International Monetary Fund (IMF) edisi Januari 2022.

Dalam laporan tersebut, setelah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,9 persen di 2021, pertumbuhan perekonomian global diprediksi mengalami moderasi ke level 4,4 persen di 2022 atau turun -0,5 percentage points dibandingkan WEO Oktober 2021 dan 3,8 persen di 2023.

Pertumbuhan di kawasan Asean-5 justru diperkirakan mengalami tren peningkatan. Dalam periode 2021-2023, Indonesia diramalkan akan bertumbuh kuat sebesar 3,3 persen (year-on-year/yoy), 5,6 persen (yoy), dan 6,0 persen (yoy).

BacaJuga

Purbaya Tak Tahu soal Anggaran Sapi Kurban Presiden Rp 100 M

Menkeu Purbaya Kantongi 10 Perusahaan Sawit Diduga Manipulasi Ekspor CPO

Solusi Bangun Indonesia Catat Laba Rp658,7 Miliar, Siap Ekspor Semen ke AS

Ramai Isu Pembatasan Pertalite per 1 Juni 2026, Ini Penjelasan Pertamina

Optimis Ekonomi RI Menguat, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Jasa Marga Rombak Pengurus, Eks Wakil Ketua KPK Masuk Komisaris

Advertisement. Scroll to continue reading.

Prediksi tersebut sejalan dengan prediksi pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Untuk 2021, Kemenkeu lebih optimis dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kisaran 3,5 persen-4 persen.

Perkiraan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi terkini dari pergerakan mobilitas dan indikator-indikator di sisi konsumsi dan produksi yang terus menunjukkan penguatan.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menyatakan bahwa outlook pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal IV/2021 berada pada angka yang lebih optimis yaitu 5,1 persen. Menurut Febrio, outlook itu sesuai dengan kondisi terkini yang menunjukkan pemulihan yang kuat.

“Kuatnya perekonomian Indonesia yang sudah terlihat di tahun 2022 dan berlanjut ke 2023 adalah bukti bahwa penanganan pandemi berbuah signifikan pada relatif cepatnya pemulihan ekonomi Indonesia,” jelas Febrio, seperti dikutip dari siaran resmi, Rabu (26/1/2022).

Selain itu, dia menilai kebijakan penanganan pandemi dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang efektif di 2021 dan diperkuat dengan fokus penciptaan tenaga kerja selain kesehatan dan perlindungan masyarakat di 2022 tentunya menjadi faktor penting. “Kita perlu jaga momentum pemulihan ke depan dengan tetap waspada terhadap berbagai risiko.”

Febrio lalu menjabarkan beberapa risiko yang perlu diwaspadai ke depan antara lain potensi kemunculan varian baru Covid-19, isu disrupsi suplai, volatilitas harga energi yang memicu ketidakpastian pada tingkat inflasi, serta risiko pada stabilitas keuangan negara ekonomi baru atau emerging markets.

Kemudian, normalisasi kebijakan moneter negara maju dengan menaikkan suku bunga, tensi geopolitik yang masih tinggi, dan isu perubahan iklim juga menjadi risiko-risiko yang perlu diwaspadai ke depan.

Dalam laporan WEO Januari 2022 tersebut, IMF juga memberikan beberapa rekomendasi penguatan kerangka kebijakan yang komprehensif untuk berbagai negara.

Rekomendasi tersebut meliputi penguatan kebijakan di sektor kesehatan termasuk pemerataan vaksin, perubahan kebijakan moneter yang harus didukung dengan komunikasi yang efektif, penguatan posisi dan kesinambungan fiskal, penguatan kerja sama internasional, dan melanjutkan reformasi struktural dan kebijakan perubahan iklim.

Laporan WEO IMF Januari 2022 menunjukkan bahwa perkiraan moderasi pertumbuhan ekonomi global dipengaruhi beberapa faktor antara lain kemunculan varian Omicron, kenaikan harga energi dan disrupsi suplai yang mendorong lonjakan inflasi, serta adanya kebijakan pengetatan regulasi pada sektor perumahan di Tiongkok.

Moderasi terjadi secara luas pada ekonomi negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) Tiongkok, serta Eropa. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan turun dari 5,6 persen di 2021, menuju 4,0 persen di 2022, dan 2,6 persen di 2023.

Dalam periode yang sama, proyeksi pertumbuhan China adalah 8,1 persen di 2021, 4,8 persen di 2022, dan 5,2 persen di 2023. Sedangkan, tren pertumbuhan di Eropa sebesar 5,2 persen, 3,9 persen, dan 2,5 persen. IMF mencatat bahwa arah normalisasi kebijakan moneter serta berlanjutnya disrupsi suplai diperkirakan menjadi kontributor utama melambatnya pertumbuhan ekonomi AS.

Di sisi lain, perlambatan yang terjadi pada perekonomian China diperkirakan merupakan dampak dari adanya disrupsi pada sektor perumahan serta kebijakan zero Covid-19 yang mempengaruhi mobilitas.

Moderasi pertumbuhan di Eropa dinilai terdampak oleh perkembangan Covid-19 dan gangguan suplai yang berpotensi memengaruhi perekonomian ke depan di wilayah tersebut.

Komentar
Share26Tweet16SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Modifikasi Cuaca di IKN Kurangi Hujan 97%

IKN & PSN Jadi Katalis Ekonomi Kaltim 2024 Tumbuh 6,3%

Kaltim -  Perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) diperkirakan akan tumbuh hingga 6,30% (yoy) pada akhir tahun 2024.  Kepala Kantor Perwakilan Bank...

Usai Dilantik, Mendag  Cek Harga ke Pasar

RI Deflasi 3 Bulan Beruntun, Bisa Resesi

Jakarta -  Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,18 persen pada Juli 2024 secara bulanan. Plt Kepala...

Daily Economic Review: Profitabilitas Bank-Bank Besar Dianggap Masih Cukup Baik

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2024 Tumbuh Hingga 5,11 Persen

Presiden Jokowi meresmikan Indonesia Digital Test House (IDTH) di Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) di Kota Depok, Provinsi Jawa...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Pelindo Marine Ajak Berlayar Menuju Energi Bersih Lewat Program Podcastmar

Polresta Banda Aceh Selidiki Aktor di Balik Kebakaran Fakultas Pertanian USK

Polisi Ungkap Dalang Kerusuhan USK, Koordinator Lapangan Jadi Tersangka

Presiden Jokowi Dikabarkan akan Lantik Dua Wakil Menteri

Wamentan Pastikan PT DSI Tak Cari Untung, Pengusaha Sawit Diminta Tak Khawatir

Bertemu Macron, Prabowo Bicara Stabilitas Timur Tengah dan Kemerdekaan Palestina

PDIP Ingatkan Prabowo Tak Sembarangan Wajibkan Bahasa Prancis di Sekolah

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’

Bahlil Minta Raffi Ahmad Cari Pencipta Lagu Viral ‘Mas Bahlil Ganteng’

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In