Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham bernilai jumbo yang dinanti-nanti dari Pertamina Hulu Energi (PHE) belum juga terlaksana.
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pelaksanaan IPO PHE akan terus didorong. Erick mengatakan Kementerian BUMN terus mendorong pertamina Hulu Energi untuk go public, yang saat ini masih menunggu izin persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kita dorong ini karena kita harus mendorong peningkatan produksi minyak. Sebelumnya renewable energy, bisa terjadi karena ada kebijakan dan uang, jangan sampai masih ada utang ketika ditekan oleh adanya energi baru terbarukan,” kata Erick, Rabu (3/5/2023).
Dana hasil IPO, kata Erick, bisa digunakan untuk peningkatan produksi minyak, baik akuisisi di luar negeri atau eksplorasi yang ada di dalam negeri termasuk sumur tua.
“Itu perlu uang, itu yang akan kita sehatkan, jangan sampai utang,” ujarnya.
Aksi penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) anak usaha Pertamina ini digadang-gadang bisa menjadi IPO dengan nilai emisi terbesar di Indonesia. Direktur Investment Banking Capital Market BRI Danareksa Sekuritas Kevin Praharyawan mengatakan transaksi IPO yang akan dilakukan PHE ini diharapkan akan menjadi yang terbesar di Indonesia.
























