Kupang – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra produksi rumput laut di Indonesia. Potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal karena masih terkendala ketersediaan bibit unggul dan akses pasar. Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau lokasi budidaya rumput laut di Pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (31/7/2026).
Jokowi mengatakan kunjungannya bertujuan melihat langsung kondisi budidaya rumput laut sekaligus mengidentifikasi persoalan yang dihadapi para petani.
“Saya ingin melihat kegiatan riil budidaya rumput laut yang ada di NTT. Beberapa bulan sebelumnya kami juga sudah melihat langsung ke lapangan untuk mengetahui apa saja kekurangan dan tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Jokowi.
Berdasarkan hasil peninjauannya, Jokowi menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar produktivitas rumput laut di NTT dapat meningkat. Salah satunya adalah sarana pascapanen yang hingga kini masih menggunakan peralatan sederhana.
“Saya melihat potensi besar rumput laut ada di Provinsi NTT, tetapi belum dikerjakan dan digarap secara baik. Misalnya, rak untuk menyimpan rumput laut masih tradisional. Itu yang akan kita perbaiki,” katanya.
Menurut Jokowi, terdapat dua persoalan utama yang harus segera diatasi agar pengembangan budidaya rumput laut berjalan optimal. Persoalan pertama adalah keterbatasan bibit unggul yang selama ini kerap dikeluhkan petani. Sementara persoalan kedua berkaitan dengan kepastian pasar agar hasil panen dapat terserap.
“Yang paling penting ada dua hal. Pertama berkaitan dengan bibit unggul karena di sini selalu kekurangan bibit unggul. Kedua berkaitan dengan akses pasar. Kalau nanti produksi meningkat dalam jumlah besar, siapa yang akan membeli? Kalau menumpuk, harganya pasti turun. Itu yang ingin kita bantu,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Jokowi mengatakan yayasan yang dibentuknya akan mendampingi petani rumput laut, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga membantu pemasaran hasil panen. Ia berharap pendampingan tersebut dapat meningkatkan kualitas produksi sekaligus kesejahteraan petani.





















