ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tiga mesin utama yang akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, yakni hilirisasi industri, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Ketiga mesin ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” tegas Airlangga, Sabtu (7/2).
Dalam kuliah umum bertajuk Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Maju: Tiga Mesin Pertumbuhan untuk Masa Depan Bangsa, Airlangga menekankan bahwa hilirisasi industri menjadi strategi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.
Namun demikian, ia menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak dapat dilepaskan dari penguatan kualitas SDM. Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas karena berperan sebagai fondasi utama daya saing bangsa. Pembiayaan pendidikan dan pelayanan kesehatan di dalam negeri dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk menunjang transformasi ekonomi.
Selain itu, Airlangga juga menyoroti ketahanan pangan sebagai bagian penting dari ketahanan nasional, terutama di tengah meningkatnya risiko krisis global.
“Ketika terjadi krisis, kita harus memiliki stok pangan sendiri. Itu sebabnya fokus pada food estate dan sektor pertanian menjadi sangat penting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa tantangan masa depan Indonesia akan banyak bertumpu pada sektor energi dan teknologi. Dalam konteks tersebut, peran generasi muda, khususnya yang memiliki latar belakang sains dan teknologi, menjadi sangat krusial.
Ia menegaskan pembangunan ekonomi jangka panjang harus diarahkan pada keberlanjutan yang berbasis kualitas manusia, bukan semata-mata sumber daya alam.
“Yang berkelanjutan itu bukan hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis sumber daya manusia,” tutup Airlangga. []
























