ASPEK.ID, JAKARTA – Kuliner dari luar negeri bisa masuk ke Indonesia diawali dari diplomasi antar negara agar kuliner itu bisa buka cabang di Indonesia.
Jika kuliner luar negeri bisa hadir di Indonesia, selayaknya kuliner Indonesia juga bisa masuk ke negara-negara lain tanpa mengubah rasa asli Indonesia seperti yang disajikan di dalam negeri.
“Saya pernah rasakan kuliner Indonesia di Belanda namun rasanya tidak lagi rasa Indonesia. Sudah rasa kuliner lidah orang Belanda,” ungkap Founder & Owner The Atjeh Connection Amir Faisal Nek Muhammad dalam sebuah diskusi daring, Rabu (30/9/2020) di Jakarta.
Diskusi bertema ‘Konsep Kreatif Diplomasi Kuliner Aceh Ala The Atjeh Connection Resto & Coffee’ yang diadakan oleh The Atjeh Connection, Reputasi, dan Penerbit Biografi Indonesia dengan Host Reputasi Rochmad Widodo di Youtube.
Selain itu, Amir Faisal juga menyatakan, jika di dalam negeri, masakan Padang relatif bisa diterima oleh lidah lain di seluruh Indonesia, maka kuliner dari daerah lain juga bisa go nasional.
Kuliner-kuliner dari daerah perlu masuk ke daftar menu sajian nasional. Pasalnya, kuliner Indonesia dikenal kaya rempah dan bumbu dan ini tidak semua negara memiliki seperti kuliner Indonesia.
Di Aceh, sanger sangat dikenal dan Amir Faisal melalui The Atjeh Connection Cafe & Restoran mengangkat minuman khas Aceh ini ke nasional.
“Hasilnya, konsumen yang mayoritas bukan warga Aceh sangat suka minuman itu,” ungkapnya.
Amir Faisal juga menyebutkan bahwa brand asing sebelum masuk ke Indonesia juga diawali oleh diplomasi antar negara serta ada peran negara dan hal itu bisa dilakukan oleh Indonesia.
“Tidak ada yang tidak mungkin, terutama untuk sukses di sektor usaha kuliner karena hal itu sangat menjanjikan,” tandasnya.
























