ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Pemasaran Barata Indonesia, Sulistyo Handoko menyambut positif peresmian Pabrik Gula (PG) Bombana oleh Jokowi di Sulawesi Tenggara, pada Kamis 22 Oktober 2020.
“Pabrik Gula (PG) Bombana ini dikerjakan oleh PT Barata Indonesia (Persero). Pabrik gula ini milik PT Prima Alam Gemilang yang saat ini telah memasuki tahap produksi,” tutur Sulis, Jumat (23/10/2020).
Sulis menyatakan PG Bombana merupakan pabrik gula dengan kapasitas terbesar di Indonesia yakni 12.000 ton cane per day (TCD).
Pabrik yang dibangun sejak 2016 ini didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektar.
“Penyelesaian pembangunan pabrik gula ini merupakan komitmen Barata Indonesia dalam mendukung swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah dan kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak,” kata Sulis.
Sulit menuturkan industri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan setelah swasembada beras.
“Untuk itu Barata Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya percepatan kemandirian industri gula dalam negeri melalui komitmen penggunaan lokal konten yang tinggi,” ucapnya.
Barata Indonesia dalam pembangunan pabrik gula tanah air sepanjang 2020 di antaranya PG Asembagus Situbondo (kapasitas 6000 TCD), PG Rendeng Kudus (kapasitas 4.000 TCD) dan revitalisasi PG Gempolkrep Mojokerto (kapasitas 8.000 TCD) yang saat ini memasuki tahap commisioning.
Selain pabrik gula, Barata Indonesia juga memiliki kapabilitas membangun pabrik sagu, bioetanol, dan kelapa sawit.
























