ASPEK.ID, JAKARTA – Ekonom senior INDEF Faisal Basri mengatakan Indonesia butuh waktu paling cepat dua – tiga tahun untuk naik kelas lagi masuk ke jajaran negara upper middle-income.
“Syarat utama, agar tidak lebih lama adalah pertumbuhan ekonomi setidaknya 5% dan nilai tukar rupiah stabil,” kata Faisal, dikutip kontan, Kamis (8/7/2021).
Faisal meminta Indonesia menjadikan pandemi sebagai pembelajaran untuk bertransformasi dan memperkokoh landasan agar ke depannya Indonesia lebih siap dalam menghadapi persoalan. Mengutip Direktur Center of INternational Development Sumitom (FSAID) Asim Khwaja,
“Setiap guncangan menjadi peluang untuk menjadi lebih baik dengan cara yang berbeda,” tandasnya.
Bank Dunia melaporkan karena Covid-19, Indonesia mengalami penurunan pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita pada 2020 dari US$ 3.870 atau turun dari 2019 yang sebesar US$ 4.050.
Selain mengalami penurunan pendapatan per kapita, Indonesia juga turun kelas ke negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle-income country) setelah pada tahun lalu masuk ke dalam kategori negara upper middle-income.
Bank Dunia menyatakan, ambang batas minimal untuk sebuah negara bisa masuk kategori negara berpendapatan menengah ke atas di tahun ini naik menjadi US$ 4.096.
























