ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa dia akan terus berusaha untuk membersihkan perusahaan pelat merah yang saat ini sedang dinahkodainya.
Pendiri Mahaka Group itu juga mengtakan bahwa, perombakan jajaran Direksi dan Komisaris BUMN masih akan terus dilakukannya sepanjang tahun 2020.
Menurutnya, pergantian direksi BUMN tak bisa dihindari. Ia melihat masih ada direksi dan komisaris BUMN yang tak menunjukkan kinerja sesuai dengan strategi perusahaan.
“Sudah pasti (perombakan). Ada yang habis masa jabatannya dan ada yang memang tidak sesuai. Makanya Direksi dan Komisaris kerja saja yang benar, kan nanti dinilai,” kata Erick Thohir di Jakarta, Jum’at, (21/2).
Selama ini, di masa kepemimpinannya yang baru memasuki usia 4 bulan, Erick Thohir memang terlihat ‘rajin’ melakukan perombakan susunan manajemen perusahaan pelat merah.
Menurut catatan Aspek.id, tak kurang dari 19 BUMN yang telah dirombak oleh Erick Thohir. Mulai dari BUMN kelas kakap, sampai BUMN kelas bawah, yang namanya jarang didengar oleh publik, ikut disikat oleh Erick Thohir.
Deretan BUMN yang telah mengalami bongkar pasang Direksi dan Komisaris yakni PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero), PT PLN (Persero) dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero).
Kemudian ada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta PT Pupuk Indonesia (Persero).
Untuk PT KAI (Persero), Erick Thohir hanya melakukan pergantian posisi dan untuk PT Pupuk Indonesia (Persero), Erick Thohir hanya memberhentikan Yanuar Rizki dari posisi Komisaris Independen, yang viral pada awal Januari lalu akibat ‘curhatannya’ di media sosial.
Lalu, Erick Thohir juga ikut merombak kepengurusan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT ASDP Ferry Indonesia (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) dan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog.
Kemudian menyusul PT Asabri (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) serta tiga BUMN perbankan yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
























