ASPEK.ID, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau GIAA mendapat pinjaman kredit modal kerja ekspor Rp 1 triliun dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk tenor 1 tahun.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan fasilitas kredit ini merupakan wujud sinergi BUMN, dalam Program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) antara Garuda Indonesia dan LPEI yang sekaligus merupakan
Ia menambahkan bahwa program tersebut untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional khususnya pengembangan sektor ekspor.
Seperti diketahui, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia telah meluncurkan penerbangan khusus kargo, yang kali ini menerbangi rute penerbangan Makassar – Singapura sebagai bagian dari dukungan Perusahaan terhadap pengembangan aksesibilitas jaringan penerbangan kargo bagi komoditas ekspor unggulan di kawasan timur Indonesia.
Penerbangan khusus kargo rute Makassar – Singapura ini mulai beroperasi pada Senin (5/10) yang akan dilayani sebanyak 1 kali per minggu dengan armada regular Airbus A330-300 dengan daya angkut mencapai 40 ton di setiap penerbangannya.
Penerbangan rute Makassar – Singapura ini berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar pada pukul 16.00 WITA dan tiba di Singapura pada pukul 18.40 waktu Singapura.
“Sebagai national flag carrier, Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus berperan aktif di garda terdepan dalam memajukan sektor perekonomian nasional, salah satunya dengan meningkatkan aksesibilitas jaringan pengiriman kargo bagi komoditas ekspor unggulan Indonesia ke pasar dunia,” ungkapnya.
























