ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (MoU) atau kesepakatan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan setelah kedua negara kembali terlibat aksi saling serang pada Selasa (7/7) waktu setempat.
Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, Rabu (8/7) Waktu setempat, Trump mengatakan jalur diplomasi tetap terbuka apabila Teheran ingin melanjutkan pembicaraan.
“Perjanjian itu telah berakhir. Mereka bisa terus berbicara jika mereka mau,” ujar Trump, seperti dikutip pada Kamis (9/7/2026).
Meski membuka peluang negosiasi, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan Amerika Serikat siap melancarkan serangan dengan kekuatan yang lebih besar apabila kembali mendapat serangan dari Iran.
“Saya sudah memberi mereka sedikit peringatan. Kami akan menyerang mereka dengan jauh lebih keras lagi malam ini,” kata Trump.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer AS di Bahrain dan Kuwait. Menurut IRGC, aksi tersebut merupakan respons atas operasi militer Washington serta kebijakan AS yang kembali menjatuhkan sanksi terhadap ekspor minyak Iran setelah insiden serangan terhadap kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.
Meski retorika kedua negara kembali memanas, Trump mengaku tidak yakin konflik bersenjata antara AS dan Iran akan kembali berkembang menjadi perang terbuka.
“Saya rasa perang ini tidak akan dimulai lagi. Saya pikir semuanya akan berakhir dengan sangat cepat,” ujarnya.
Trump menegaskan setiap serangan dari Iran akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar oleh militer AS.
“Mereka menyerang, lalu kami membalas 10 kali lebih keras. Kami menyerang jauh lebih keras daripada mereka,” tegasnya.
Menurut Trump, meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah juga akan berdampak positif terhadap pasokan energi global. Ia meyakini distribusi minyak dunia akan kembali berjalan normal dalam waktu dekat.
“Minyak akan mengalir dengan sangat bebas, sangat mudah didapatkan, dan itu akan terjadi dengan sangat cepat,” katanya.
Meski demikian, Trump tidak menjelaskan apakah ancaman serangan lanjutan terhadap Iran akan dicabut. Ia hanya menegaskan bahwa pemerintahannya tidak memiliki kepentingan membangun hubungan jangka panjang dengan Teheran.
“Kami tidak mencari hubungan jangka panjang,” ujar Trump. []





















