ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan empat tujuan pentingnya BUMN menembus pasar global atau Go Global.
Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto dalam diskusi daring di Jakarta mengatakan, tujuan BUMN Go Global salah satunya adalah untuk memperkenalkan produk BUMN.
“Salah satunya memperkenalkan produk BUMN agar diserap oleh pasar global,” ujar Susyanto, Rabu (18/11).
Lalu tujuan kedua seperti disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir yakni incorporated, menyatukan kekuatan BUMN di luar negeri dan agar menciptakan efisiensi operasional.
Jadi yang digambarkan masalah ini adalah bahwa sejumlah BUMN Indonesia terdapat di berbagai negara dan selama ini secara eksistensi BUMN-BUMN tersebut berkantor dan berusaha sendiri.
Harapannya dengan adanya nota kesepahaman (MoU) Diplomasi Ekonomi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri terdapat sebuah gedung atau kantor bersama bertuliskan Indonesia Incorporated dengan bendera Merah Putih berkibar di kantor tersebut.
Hal ini merupakan misi Kementerian BUMN untuk menciptakan efisiensi operasional BUMN di luar negeri, serta membesarkan nama perusahaan pelat merah Indonesia di luar negeri.
Perusahaan pelat merah yang akan disatukan karena sudah memiliki cabang di luar negeri antara lain BNI di 6 negara, BRI di 3 negara, Mandiri di 4 negara dan Pertamina 9 negara.
Kemjudian Telkom di 9 negara, Garuda Indonesia di 6 negara, WIKA di 6 negara, Sucofindo di 6 negara, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) di 4 negara, MIND ID di 2 negara, PLN di Belanda, Kimia Farma di Saudi Arabia, Asuransi Jasindo di Malaysia, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Amerika Serikat (AS).
Nantinya, BUMN yang punya kantor cabang atau operasional di negara yang sama akan disatukan dalam satu kantor seperti BNI, Telkom Indonesia, dan Sucofindo yang sama-sama beroperasi di Hong Kong.
Lalu ada Pertamina, BRI, Mandiri, Garuda Indonesia, Sucofindo, PPI, MIND ID, BNI, dan Telkom Indonesia yang beroperasi di Singapura dan negara-negara lainnya.
“Inilah yang menjadi bagian dari tujuan BUMN Go Global sehingga beberapa BUMN berkantor di suatu tempat, tentunya hal ini menjadi efisien karena bisa sharing tempat dan kemudian kalau terdapat persoalan-persoalan maka mereka bisa menyatu. Itu akan lebih efisien,” kata Susyanto.
Tujuan ketiga adalah rantai pasok atau supply chain, untuk memperbaiki rantai pasok dengan melakukan investasi atau akuisisi perusahaan di luar negeri.
“Kita jangan hanya menjadi perusahaan atau BUMN yang mengakuisisi perusahaan atau BUMN dalam negeri, namun kita pun menginginkan agar bisa mengakuisisi perusahaan di luar negeri,” ujarnya.
“Tujuan selanjutnya adalah memanfaatkan momentum pandemi. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengembangkan BUMN di pasar global,” tandasnya.
























