ASPEK.ID, JAKARTA – Istana Kepresidenan menegaskan tidak ada rencana perombakan kabinet atau reshuffle dalam waktu dekat, khususnya menjelang bulan Ramadan. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons kabar reshuffle yang kembali beredar di ruang publik.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi secara tegas membantah isu tersebut.
“Reshuffle lagi, nggak ada reshuffle,” kata Prasetyo, saat dikonfirmasi rencana reshuffle jelang bulan Ramadhan, di Stasiun Gambir, Selasa (10/2).
Prasetyo menjelaskan, pemerintah saat ini masih memusatkan perhatian pada persiapan penyelenggaraan Ramadan dan Idul Fitri, terutama memastikan kemudahan serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan mobilitas selama periode tersebut.
Fokus utama pemerintah, lanjut dia, adalah meringankan beban masyarakat, khususnya kelompok ekonomi terbawah.
“Kami terus menerus bagaimana meringankan beban saudara-saudara kita terutama di Desil 1 hingga Desil 4,” katanya.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai stimulus, seperti pemberian diskon tiket transportasi, mulai dari kereta api, pesawat, hingga angkutan penyeberangan. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi pada triwulan pertama tahun ini.
“Semata-mata untuk membantu dan meringankan semua beban masyarakat dan harapan kita dengan seperti itu ekonomi akan tumbuh, ekonomi akan bergerak di triwulan pertama. itu yang selalu menjadi dasar, selain masalah kenyamanan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga mengingatkan jajaran kementerian dan lembaga agar memberi perhatian pada hal-hal teknis yang kerap dianggap sepele, namun berpotensi menimbulkan risiko besar bagi keselamatan masyarakat, seperti kondisi jalan berlubang.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto terus menekankan agar kemampuan fiskal negara dimaksimalkan untuk kepentingan rakyat. Salah satu arahan utama Presiden adalah melakukan efisiensi belanja pemerintah.
“Maka kepada semua Kementerian dan Lembaga bahkan sampai har ini beliau tidak henti-hentinya menekankan supaya kita melakukan efisiensi ya, dalam tanda kutip ya pemaknaannya, jangan disalahartikan lagi, adalah mengurangi kegiatan-kegiatan yang kurang berdampak untuk bisa direalokasi kepada kegiatan yang jauh lebih berdampak dan khususnya membantu meringankan beban masyarakat,” kata Prasetyo. []
























