GoTo Group (Gojek-Tokopedia) menandatangani perjanjian dengan anak usaha Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).
Perjanjian tersebut menjadikan ADIA memimpin penggalangan dana pra-IPO GoTo dengan investasi sebesar 400 juta dolar AS atau Rp5,64 triliun.
GoTO merupakan hasil merger platform layanan on-demand dan pembayaran serta finansial terkemuka, Gojek dan perusahaan teknologi marketplace, Tokopedia, yang resmi mengumumkan pembentukan Grup GoTo pada Senin (17/5) lalu.
ADIA akan menjadi investor terbaru yang masuk ke dalam daftar investor global di GoTo saat ini. Pembentukan GoTo sebelumnya terdapat andil sederet nama perusahaan besar yang menyokong dana pembentukan.
Investor yang menyuntikan modal ini masuk dalam kategori blue-chip. Mereka adalah Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.
Baca Juga: Alibaba dan SoftBank Jadi Penguasa Saham GoTo
“Kami bangga menyambut ADIA sebagai investor terbaru di perusahaan dan yang pertama dalam penggalangan dana pra-IPO kami, selagi kami menyiapkan bisnis untuk pertumbuhan eksponensial untuk tahun-tahun mendatang,” kata CEO GoTo Group, Andre Soelistyo, dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (22/10).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Departemen Private Equities ADIA Hamad Shahwan Al Dhaheri, menyatakan investasinya di GoTo sejalan dengan berbagai tema investasi utama perusajaan, termasuk pertumbuhan ekonomi digital di negara-negara Asia Tenggara yang berkembang pesat.
Hamad melihat potensi yang kuat di wilayah Asia Tenggara terutama di Indonesia. Latar belakang ekonomi yang dinamis mendorong ADIA untuk terus memperkuat kehadirannya di Indonesia.
Baca Juga: Gojek-Tokopedia (GoTo) & Mimpi Buruk Startup
“Kami sangat senang bisa bermitra dengan GoTo dan tim manajemennya di fase perkembangan selanjutnya,” kata Hamad.
GoTo Group menghasilkan lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020 dengan total nilai transaksi bruto (GTV) sebesar lebih dari 22 miliar dolar AS.
Layanan yang disediakan GoTo mencakup transportasi on-demand, e-commerce, pengantaran makanan dan kebutuhan sehari-hari, logistik dan pergudangan, serta layanan keuangan.























