ASPEK.ID, JAKARTA – Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 sepakat untuk menyelenggarakan Olimpiade tanpa penonton, setelah Jepang mengumumkan keadaan darurat virus corona untuk ibu kota yang akan berlangsung selama acara tersebut.
Langkah yang diharapkan secara luas dibuat setelah pembicaraan antara pemerintah, penyelenggara Tokyo dan perwakilan Olimpiade dan paralimpiade.
Dilansir dari Reuter, Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto sangat disesalkan bahwa Olimpiade akan diadakan dalam format terbatas, ia juga menyampaikan permintaan maafnya kepada mereka yang telah membeli tiket.
Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan penting untuk mencegah Tokyo, di mana varian Delta COVID-19 yang sangat menular menyebar, menjadi sumber gelombang infeksi lain.
Para ahli medis telah mengatakan selama berminggu-minggu bahwa tidak memiliki penonton akan menjadi pilihan yang paling tidak berisiko, di tengah kekhawatiran publik yang meluas bahwa masuknya ribuan atlet dan ofisial akan memicu gelombang infeksi baru.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang olahraga Olimpiade Tahun 2021 yang akan dilaksanakan di Tokyo, Jepang. Acara pelepasan digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (08/07/2021).
Dalam arahannya, Presiden meminta para atlet yang akan berangkat untuk fokus meraih prestasi yang membanggakan bagi negara dan seluruh rakyat Indonesia.
“Hari-hari ini sampai ke puncak pertandingan agar jaga kesehatan, jaga stamina, jaga motivasi, dan fokus pada pertandingan dan fokus pada prestasi. Rakyat menaruh harapan besar kepada Saudara-saudara dan prestasi Saudara-saudara akan menjadi prestasi negara kita Indonesia,” ujarnya.



















