ASPEK.ID, JAKARTA – Olimpiade Tokyo merupakan perhelatan olahraga terbesar di dunia, para atlet pun bersaing untuk dapat meraih medali demi mengharumkan nama negaranya di kancah dunia internasional.
Namun tahukah, sepanjang perjalanan olimpiade di dunia ada beberapa atlet yang kemudian menjual medali yang diperolehnya.
Seperti dilansir dari New York Time, RR Auction, rumah lelang yang berbasis di Boston, sebuah medali perak dalam menembak dari Olimpiade 1900 di Paris baru-baru ini dijual hanya dengan harga $1.283 (sekitar Rp18 Juta) . Kemudian ada medali perunggu dari Olimpiade Musim Dingin 1956 di Cortina d’Ampezzo, Italia, dengan harga $3.750.
Sementara itu, medali perak dari Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896, dijual seharga US$180.111 (sekitar Rp2 miliar).
Meskipun nilai sentimental mereka mungkin tak ternilai bagi para atlet yang memakainya di leher mereka, medali Olimpiade menemukan jalan mereka ke pegadaian dan blok lelang dari podium, di mana kolektor meraup mereka seperti koin langka, buku komik dan artefak olahraga lainnya. seperti kartu bisbol.
Bobby Livingston, wakil presiden eksekutif RR Auction, yang menjadi perantara penjualan tiga medali dan 18 medali lainnya pada 22 Juli, mengatakan lusinan mantan atlet Olimpiade terpaksa menjual medali mereka selama bertahun-tahun.
Lusinan mantan atlet Olimpiade terpaksa menjual medali mereka selama bertahun-tahun. Beberapa menyebutkan kesulitan keuangan, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka termotivasi dengan mengumpulkan uang untuk amal.
























