Pihak Istana Kepresidenan mengungkapkan alasan Jokowi tak melewati ruas jalan yang sudah disiapkan saat menyidak kondisi infrastruktur di Lampung pada Jumat (5/5/2023).
Deputi Bidang Protokoler, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin menyebut bahwa Kepala Negara memang mengiinginkan menggunakan jalur jalan yang memang kondisinya belum diperbaiki. Sehingga terpilihlah jalur yang berbeda dari yang dijadwalkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
“Presiden tidak mau menggunakan jalur yang sudah dijadwalkan yang kondisinya sudah lebih baik. Bukan baik sepenuhnya diperbaiki, tetapi ada perbaikan sedikit yang tidak permanen. Harapannya supaya bisa merasakan seperti apa kondisinya melewati jalan rusak di Lampung,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/5/2023).
Lebih lanjut, Jokowi menyebut bahwa dirinya ingin merasakan kesulitan rakyatnya, mengingat kerusakan infrastruktur itu sudah dikeluhkan sejak puluhan tahun. Kondisi terparah jalan provinsi yakni ruas Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung. Arus kendaraan baik pribadi maupun truk terpaksa ekstra hati-hati, karena banyak kubangan lumpur dan lubang yang menganga di badan jalan yang rawan kecelakaan. Kerusakan jalan di salah satu ruas poros Rumbia, Lampung Tengah ini, sudah sering dikeluhkan warga. Warga setempat tidak pernah lagi menikmati jalan yang mulus sejak 10 tahun terakhir.
“[Presiden] ingin merasakan, sebab masyarakat kan jenis kendaraannya berbeda-beda. Ada yang mobil, motor, angkot dan lainnya. Sehingga diinginkan [Kepala Negara] untuk bisa meresakan bagaimana yang masyarakat keluhkan selama ini,” katanya.
Bey melanjutkan bahwa saat melewati jalan bergelombang di Jalan Seputih Raman pada Jumat (5/5/2023) itu, Presiden Ke-7 RI yang awalnya menunggangi mobil mercy harus berpindah kendaraan sebab ada indikator menyala pada mobil tersebut.
Jokowi beranjak dari mobil ber plat ‘Indonesia 1’ itu saat berada di Ruas jalan Seputih Raman, Lampung, Jumat (5/5/2023).
“Benar. Tadi pas di Jalan Seputih Raman, saat lagi meninjau jalan, kemudian diberitahu harus ganti mobil karena ada indikator yang menyala. Namun, masih hidup mobilnya, tetapi karena indikator yang menyala, Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Rafael Granada Baay menyarankan untuk berganti mobil,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bey menyebut Jokowi berganti dari mobil Mercedes-Benz S 600 Guard menjadi jenis jeep. Sebelumnya, Bey juga menyampaikan bahwa pihak sekretariat presiden (setpres) telah menyarankan agar Presiden Ke-7 RI itu menggunakan Heli untuk meninjau kondisi jalan di Lampung, tetapi Jokowi menolak lantaran ingin merasakan secara langsung jalan yang tengah viral beberapa waktu ke belakang.
“Presiden ditawarkan heli, tetapi [Jokowi] justru balik bertanya, ‘kalau saya naik heli, bagaimana saya bisa merasakan jalanan yang rusak?’ Waktu mendengar akan memakai heli itu, ‘nggak usah, nggak usah pakai heli, saya naik mobil aja’ begitu,” tandas Bey.
Jokowi pun menceritakan pengalamannya usai menjajal secara langsung kondisi infrastruktur jalan yang mengalami rusak parah di Provinsi Lampung dalam kunjungan kerja (kunker) pada hari ini, Jumat (5/5/2023). Dia menyinggung perihal tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) lampung yang dinilai abai dalam melihat kondisi infrastruktur pendukung yang ada. Padahal, menurutnya jalan sebagai infrastruktur telah memiliki aturan terkait dengan pihak yang perlu melakukan perbaikan dan peningkatan.
“Ya begini, semangatnya adalah kami ingin memperbaiki jalan yang kami lihat baik jalan Kabupaten, jalan Provinsi, sehingga jalan Kota yang rusak parah. Dan masyarakat harus tahu ada tanggung jawab jalan Nasional itu di pemerintah pusat, Jalan Provinsi itu ada di Gubernur, jalan Kabupaten itu di Bupati dan Wali Kota,” tuturnya kepada wartawan di Jalan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (5/5/2023).
























