ASPEK.ID, JAKARTA – Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia dinilai memiliki potensi besar sekaligus menghadapi tantangan struktural. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, mengungkapkan sedikitnya terdapat tiga tantangan utama dalam mendorong ekonomi syariah agar menjadi pilar stabilitas ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Anggito saat menjadi narasumber dalam acara Investor Daily Round Table bertema “Ekonomi Syariah: Pilar Stabilitas Ekonomi” yang digelar B-Universe di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (11/2).
Menurut Anggito, tantangan pertama datang dari sisi permintaan (demand) yang justru sangat besar. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia menyimpan potensi pasar yang luas, namun belum sepenuhnya diimbangi oleh ekosistem yang matang.
“Ada tiga tantangan, yang satu dari sisi permintaan yang cukup besar karena penduduk muslim terbesar di Indonesia, 80%,” ujar Anggito kepada wartawan.
Tantangan kedua, lanjut Anggito, berasal dari sisi suplai, khususnya dalam penyediaan layanan dan produk berbasis syariah. Ketersediaan jasa keuangan syariah, produk halal, hingga asuransi halal dinilai masih perlu diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus tumbuh.
“Yang kedua itu dari sisi suplainya, penyediaan jasa keuangan, jasa produk halal, asuransi halal, keuangan syariah, dan sebagainya,” jelasnya.
Sementara tantangan ketiga berkaitan dengan aspek kelembagaan, termasuk peran regulator dalam menciptakan kebijakan yang adaptif dan mendukung pertumbuhan industri ekonomi syariah secara berkelanjutan.
“Yang ketiga adalah mengenai institusinya, regulatornya sendiri,” tambah Anggito.
Selain pemaparan utama, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pilar stabilitas ekonomi sebagai fondasi menjaga pertumbuhan yang seimbang dan mencegah gejolak ekonomi ekstrem.
Diskusi dibagi ke dalam dua panel utama, yakni “Ekonomi Syariah: Melampaui Identitas, Memenangkan Kompetisi, Memperbesar Dampak” serta “Reformasi Pajak: Mencari Formulasi Jitu untuk Mendorong Geliat Ekonomi.”
Melalui kegiatan ini, Investor Daily menegaskan perannya sebagai wadah dialog strategis yang mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku usaha, dan publik. Forum tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman terkait arah pengelolaan ekonomi dan kontribusi sektor syariah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. []
























