ASPEK.ID, BANDUNG – Operasi pencarian korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali membuahkan hasil. Pada hari keempat pencarian, tim SAR gabungan menemukan sembilan jenazah korban longsor yang kemudian diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Dengan penemuan terbaru tersebut, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi sejak hari pertama operasi SAR kini mencapai 48 orang. Sejumlah korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan kondisi jenazah yang ditemukan masih relatif baik meski telah tertimbun beberapa hari. Faktor suhu dingin di lokasi menjadi salah satu penyebabnya.
“Kondisi sembilan body pack yang ditemukan hari ini masih bagus karena suhu di lokasi cukup dingin. Namun untuk bau memang sudah menyengat,” kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, Selasa (27/1).
Ade juga mengungkapkan adanya pembaruan data korban terdampak berdasarkan laporan terbaru dari Incident Commander (IC). Menurutnya, data tersebut bersifat dinamis dan masih dapat berubah seiring proses pencarian yang terus berjalan.
“Dari laporan IC, jumlah korban terdampak sebanyak 155 jiwa, dengan 75 jiwa selamat, dan yang masih dalam pencarian sekitar 80 orang,” ucap Ade.
Proses pencarian pada hari keempat diawali dengan pemetaan area menggunakan drone sejak pukul 07.30 WIB. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pembagian wilayah operasi ke dalam tiga sektor pencarian, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie.
Meski hujan sempat menghambat proses evakuasi, tim SAR gabungan tetap melanjutkan operasi. Kondisi cuaca yang membaik pada sore hari memungkinkan pencarian dilakukan secara lebih maksimal.
“Alhamdulillah sore ini cuaca cerah dan pada hari keempat ini kami berhasil menemukan sembilan body pack,” kata Adem.
Adapun rincian temuan jenazah tersebut terdiri dari empat body pack di Worksite A1, tiga body pack di Worksite A2, satu body pack di Worksite B2, serta satu body pack lainnya yang ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB.
Secara keseluruhan, hingga hari keempat operasi SAR, sebanyak 48 body pack telah berhasil ditemukan dan diserahkan kepada tim DVI.
Ade menambahkan, ketidakpastian cuaca masih menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian. Namun, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mencari solusi terbaik, termasuk upaya modifikasi cuaca oleh pemerintah daerah.
“Kita ketahui bersama cuaca menjadi hambatan. Pemerintah daerah melalui BPBD dan BMKG berupaya melakukan modifikasi cuaca. Ini menjadi harapan kami, meskipun tetap tidak bisa sepenuhnya dikendalikan. Harapan kita bersama, semoga di hari-hari ke depan cuaca semakin membaik sehingga pencarian korban bisa lebih optimal,” kata dia. []
























