ASPEK.ID, JAKARTA – Pakar kemaritiman ITS Surabaya Raja Oloan Saut Gurning mengatakan proyeksi operator pelabuhan Pelindo yang disusun pada 2021 dinilai masih berpotensi membukukan laba apabila efisiensi dan kehati-hatian khususnya dalam investasi dan pengembangan usaha serta kolaborasi dilakukan secara kolektif dengan berbagai entitas ekosistem pelabuhan.
Pertumbuhannya relatif masih sama dengan pada 2020. Dengan catatan, operator jasa pelabuhan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, menerapkan inovasi jasa dengan platform digital, penguatan kolaborasi serta inisiasi usaha rasionalisasi jasa lini 1, lini 2 dan jasa logistik.
“Armada dan kargo curah mungkin akan tetap menunjukkan permintaan yang cukup stabil sebab ditopang konsumsi pangan, pakan dan energi yang terus eksis di dalam negeri,” katanya, Rabu (17/2/2021).
Menurutnya, layanan kontainer pendingin akan terdorong naik akibat distribusi obat-obatan dan bahan makanan. Sementara untuk layanan penumpang, sepertinya masih terus labil karena mobilitas masih relatif terbatas
Hambatan terbesar faktor disrupsi akibat ketidakpastian usaha karena covid-19. Seperti risiko aset usaha yang tidak terawat dengan baik, bertambahnya biaya penanganan covid-19, tuntutan level kinerja yang tinggi serta dukungan digitalisasi menjadi ekspektasi besar pelaku usaha jasa kepelabuhanan saat ini.
“Proyeksi pertumbuhannya masih relatif konservatif dengan proyeksi sebanding dengan periode sebelumnya akibat kondisi ketidakpastian pada tahun 2021 yang memang masih ditandai kuat faktor utamanya adalah pandemi covid-19,” ungkapnya.
























