ASPEK.ID, JAKARTA – Pengusaha Adiguna Sutowo, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, 18 April 2021 sekitar pukul 04.04 WIB.
Putra mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Letjen TNI (Purn) Prof. dr. H. Ibnu Sutowo D.Sc, itu menghembuskan nafas terakhirnya di RSPP Pertamina, Jakarta.
“Innalillahi wa innaillaihi raji’un. Telah meninggal dunia Bapak Adiguna Sutowo hari ini jam 04.04 di RSPP Pertamina Jakarta,” bunyi pesan duka yang diterima Aspek.id, Minggu (18/4) pagi.
Diketahui, selain sosok pengusaha yang sukses, Adiguna semasa hidupnya juga dikenal sebagai pembalap mobil profesional dari tahun 1970-an hingga 1990-an.
Rekan-rekan balapnya termasuk Tommy Soeharto, Ricardo Gelael, Soetikno Soedardjo dan Onky Soemarno.
Profil Singkat
Adiguna lahir di Jakarta, 31 Mei 1958. Ia anak bungsu dari tujuh bersaudara dari pasangan Ibnu Sutowo dan Zaleha. Ayahnya adalah Direktur Utama PT Pertamina (Persero) 1968-1976 yang juga pernah menjabat Menteri ESDM pada Kabinet Dwikora II & III.
Adiguna bersekolah di SMA IV Gambir , Jakarta Pusat dan kuliah di University of Southern California untuk belajar bisnis. Ia kembali ke Indonesia pada tahun 1981 untuk memulai karir bisnisnya.
Dilansir dari Wikipedia, kepentingan bisnis Adiguna meliputi permesinan, perkapalan, farmasi, properti dan perhotelan, hiburan, media, otomotif dan bahan peledak.
Adiguna terlibat sejak usia muda dalam Grup Nugra Santana milik keluarganya, yang mewarisi aset dari kepala keluarga, Ibnu Sutowo, jenderal bintang tiga yang juga orang dekat Soeharto.
Karir Bisnis
Setelah menyelesaikan pendidikan tahun 1981, Adiguna kembali ke Indonesia dan menjadi Direktur Utama PT Adiguna Mesintani, yang mendistribusikan generator mesin diesel yang digunakan untuk menggerakkan hotel, pabrik, dan perusahaan lainnya.
Perusahaan juga memproduksi alat berat yang digunakan untuk kegiatan pengeboran minyak lepas pantai. Dia kemudian mengelola PT Santana Petroleum Equipment dan perusahaan pelayaran PT Pelayaran Umum Indonesia (Pelumin).
Pada 1993, Adiguna mendirikan PT Mugi Rekso Abadi (MRA) bersama Soetikno Soedardjo dan Ongky Soemarmo (yang pernah menjadi direktur eksekutif Grup Humpuss Tommy Suharto).
Pada Oktober 1992, rekan-rekannya mendirikan franchise Hard Rock Cafe di Jakarta. Pemegang saham mayoritas pendiri adalah Adiguna dan Soetikno. Pemegang saham lainnya adalah Irwan Subiarto, Ongky Soemarno dan Yapto Suryosumarno.
Adiguna juga mengepalai PT Suntri Sepuri, sebuah perusahaan farmasi yang didirikan pada tahun 1998. Perusahaan ini memproduksi antibiotik, kapsul, tablet, sirup dan obat-obatan lainnya.
Kepentingan bisnisnya yang lain termasuk PT Adiguna Shipyard dan PT Indobuild Co. Hotel keluarga Sutowo termasuk: Jakarta Hilton International (berganti nama menjadi Sultan Hotel and Residence), Lagoon Tower Hilton, The Hilton Residence, Patra Surabaya Hilton, dan Bali Hilton.
Adiguna juga memiliki Hotel Four Seasons dan Apartemen Four Seasons di Bali. Ia membeli Regent Hotel di Kuningan, Jakarta, dan menamainya Hotel Four Seasons.























