• Latest
  • Trending
Sulianti Saroso, Pejuang Kesehatan Indonesia yang Mendunia

Sulianti Saroso, Pejuang Kesehatan Indonesia yang Mendunia

Menteri Agama Usul Biaya Perjalanan Haji Rp 65 Juta Tahun 2025

Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Menteri Agama

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Sempat Menguat, IHSG Ditutup Anjlok 1,48% ke Level 6.405

KPK Panggil Dua Saksi Terkait Dugaan Korupsi di LPEI

KPK Panggil Dirut PT Clipan Finance Indonesia Terkait Kasus Suap Bupati Kuansing

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

BGN Stop Sementara Pembukaan Dapur MBG Baru

HUT Jokowi Dihadiahi Surat Larangan Pakai Bank Konvensional

BSI: Tabungan Haji dan Umrah Capai 7,69 juta Rekening

Pekerja PT Pos Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Gaji Cair 1 September

Pekerja PT Pos Mengadu ke DPR, Minta Kepastian Gaji Cair 1 September

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Prabowo Kucurkan Dana Rp 200 M untuk Penanganan Gempa NTT

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Konsumsi Pertalite Naik Usai Harga Pertamax Melonjak

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Jadi 105 Orang

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Periksa Kepala Kantor Bea Cukai Kediri Gatot Heroe

Biaya Perjalanan Haji 2020 Tidak Naik

Kemenhaj Buka Rekrutmen Petugas Haji 2027, Honor Bisa Capai Rp 70 Juta

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Sulianti Saroso, Pejuang Kesehatan Indonesia yang Mendunia

by Zamzami Ali
Maret 21, 2020
in BERITA UTAMA, FIGUR
Sulianti Saroso, Pejuang Kesehatan Indonesia yang Mendunia

Mendiang Sulianti Saroso saat masih muda. [Dokumen keluarga/Insan Medika]

ASPEK.ID, JAKARTA – Mengikuti perkembangan wabah virus Corona atau Covid-19, khususnya di Indonesia, kita terkadang dihadapkan pada kata-kata atau istilah tak lazim serta jarang didengar.

Bahkan, nama rumah sakit juga ikut santer terdengar akhir-akhir ini. Apalagi rumah sakit yang menjadi pusat perawatan dan penanganan pasien yang positif terinfeksi virus Corona, yakni Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Rumah sakit yang terletak di Jl. Baru Sunter Permai Raya, Jakarta Utara ini secara resmi berdiri pada 21 April 1995. RSPI Sulianti Saroso berawal saat didirikannya stasiun karantina di daerah pelabuhan Tanjung Priok pada 1985 untuk menampung penderita penyakit cacar dari Jakarta dan sekitarnya, dimana di antara tahun 1964 sampai tahun 1970 merawat penderita cacar sekitar 2.358 orang.

BacaJuga

Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Rp 36 M di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK

Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

BPS Bongkar Kondisi Terbaru Dunia Kerja RI, Ada Kabar Baik di Balik Angkanya

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Jawa Berkontribusi 56,47 Persen terhadap PDB

Sebenarnya, RSPI Sulianti Saroso telah lebih dulu populer karena menjadi rumah sakit rujukan awal seiring merebaknya kasus SARS, Flu burung dan Difteri di Jakarta.

Namun, tahukah Anda tentang nama Sulianti Saroso yang melekat pada nama rumah sakit tersebut? Berikut Aspek.id tampilkan profilnya.

Profil Sulianti Saroso

Memiliki nama lengkap Prof. Dr. dr. Julie Sulianti Saroso, MPH, wanita ini lahir di Karangasem, Bali pada 10 Mei 1917 dan meninggal 29 April 1991 pada umur 73 tahun. Dia adalah salah satu tokoh kedokteran asal Indonesia.

Lulus sekolah kedokteran pada 1942 dari GHS (sekolah tinggi kedokteran) di Jakarta, dia meneruskan pendidikannya di Inggris, Skandinavia, USA dan Malaysia selama 2 tahun (1950 sampai 1951) dan mendapatkan Certificate of Public Health Administrasion dari Universitas London.

Pada tahun 1962 ia memperoleh gelar MPH (Master of Public Health) dan TM (Tropical Medicine), kemudian gelar Doctor of Public Health (Epidemiologi) tahun 1965 setelah mempertahankan disertasi yang berjudul The Natural History of Enteropathogenic Escherechia Coli Infections di Tulane Medical School, New Orleans, Louisiana, USA.

Setelah tamat dari sekolah kedokteran tahun 1942, ia bekerja di bagian Penyakit Dalam CBZ, Jakarta. Setelah kemerdekaan RI, ia melanjutkan kariernya di RS Bethesda Yogyakarta bagian penyakit anak. Tahun 1951 ia memulai kariernya di Kementerian Kesehatan.

Di situ ia menjabat berbagai posisi yaitu Kepala bagian Kesejahteraan Ibu dan Anak, Kepala Hubungan Luar Negeri, Wakil Kepala Bagian Pendidikan, Kepala Bagian Kesehatan Masyarakat Desa dan Pendidikan Kesehatan Rakyat, dan Kepala Planning Board.

Tahun 1967 ia diangkat menjadi Direktur Jenderal Pencegahan, Pemberantasan dan Pembasmian Penyakit Menular (P4M) dan merangkap Ketua Research Kesehatan Nasional (LRKN) Departemen Kesehatan. Pada tahun 1969, ia dikukuhkan sebagai Profesor pada Universitas Airlangga Surabaya dengan mengucapkan pidato pengukuhan “Pendekatan Epidemiologis dalam Menanggulangi Penyakit”.

Pada 1975 ia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dirjen P4M dan diangkat menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan sampai dengan 1978. Pada 1978 ia diangkat menjadi anggota tim perumus dan evaluasi Program Utama Nasional Bidang Ristek yang diperbantukan pada Menteri Negara Ristek.

Pada 1 Januari 1979 ia diangkat menjadi Staf Ahli Menteri Kesehatan. Pada 1979 ia ditunjuk sebagai anggota Board of Trustess of the International Center of Diarhoeal Disease Research Bangladesh dan menjabat Chairman of the Board selama setahun dari 1979 sampai 1980. Pada 1981 menjadi penasehat Proyek Perintis Bina Keluarga dan Balita di bawah Menteri Muda Urusan Peranan Wanita.

Pada tahun 1982 diangkat menjadi Dosen pada Lembaga Kedokteran Gigi Dinas Kesehatan Angkatan Laut. Julie juga pernah menjabat Ketua Gugus Tugas Penyusunan Rencana Lima tahun PELITA II sektor Kesehatan, pernah mewakili Pemerintah RI dalam sidang-sidang Internasional di Bidang Kesehatan, menjadi anggota WHO Expert Committee of Maternity and Child Health, anggota Komisi PBB Community Development di Negara-negara Afrika, anggota Honorary Society on Public Health Delta Omega, anggota WHO Expert Committee of Internasional Surveilance of Communicable Diseases, anggota Komisi Nasional Kedudukan Wanita Indonesia, President of the World Health Assembly dan anggota Badan Eksekutif WHO.

Selama masa perjuangan kemerdekaan (1946-1949), ia bekerja mengusahakan obat-obatan dan makanan di kantong-kantong gerilya daerah Tambun Gresik, Demak dan Yogyakarta, sehingga sempat ditawan tentara Belanda selama dua bulan di IVG Yogyakarta.

Sulianti Saroso juga aktif di Organisasi Pemuda putri Indonesia (PPI). Ia juga anggota Dewan Pimpinan KOWANI dan badan Kongres Pemuda Republik Indonesia. Kemudian bersama teman-temannya, ia juga membentuk Laskar Wanita yang diberi nama WAPP (Wanita Pembantu Perjuangan). Pada tahun 1947 mewakili Indonesia di Kongres Wanita di India.

Julie Sulianti Saroso juga adalah salah satu dari dua orang wanita yang pernah menjabat Presiden Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly) selain Rajkumari Amrit Kaur dari India. Julie menjabat pada tahun 1973 sedangkan Rajkumari menjabat tahun 1950. Keduanya berasal dari benua Asia.

Untuk menghormati jasa-jasanya, sebuah rumah sakit di Jakarta diberi nama oleh Pemerintah Indonesia sesuai dengan namanya yaitu Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso.

Baca juga Protokol Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta Terbaik di Dunia

Komentar
Share70Tweet25SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

CEO Hasbro Brian Goldner Meninggal Dunia

Pembuat mainan Hasbro Inc (HAS.O) mengatakan pada hari Selasa Ketua dan Chief Executive Officer lama Brian Goldner telah meninggal, dua hari setelah ia...

Aset Jutaan Dolar yang Disembunyikan Para Pemimpin Dunia Diungkap ‘Pandora Papers’

Sekitar 600 jurnalis dari berbagai media seperti The Washington Post, BBC dan The Guardian melakukan penyelidikan terkait bocornya sekitar 11,9...

Naftali Bennett, Pembenci Palestina yang Jadi PM Israel

Naftali Bennett, Pembenci Palestina yang Jadi PM Israel

ASPEK.ID, JAKARTA - Israel memiliki Perdana Menteri baru. Naftali Bennett resmi menggantikan Benjamin Netanyahu yang telah menjabat selama 12 tahun,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In