ASPEK.ID, JAKARTA – Merebaknya virus Corona ke Indonesia berimbas kepada banyak hal. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang operator pelabuhan juga mulai merasakan dampak virus yang paling ditakuti tersebut.
Dampak yang dirasakan adalah penurunan pengiriman barang di pelabuhan pada periode Januari hingga Februari 2020.
VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III (Persero) Wilis Aji Wiranata mengakui telah terjadi penurunan aktivitas peti kemas pada awal tahun ini.
“Total peti kemas di Pelindo III sebanyak 844.000 TEUs, agak rendah 1,5 persen dibandingkan dengan tahun lalu dengan periode yang sama yakni Januari-Februari 2019,” katanya seperti dilansir dari laman Bisnis, Kamis (12/3).
Meski tak mau menyebut penurunan yang dialami tersebut sebagai dampak penyebaran virus corona, Wilis Aji Wiranata mengakui bahwa penurunan terjadi sebagai akibat ekonomi global yang menurun.
Wilis juga menyebut bahwa PT Pelindo III (Persero) belum memiliki rencana untuk melakukan revisi target pencapaiannya pada 2020 ini.
“Target pada 2020 yakni throughput peti kemas 5,8 juta TEUs naik 8 persen dari 2019, target penumpang 3,3 juta orang atau lebih rendah 10 persen dari 2019, pengiriman barang 80 juta ton atau naik 7 persen dari 2019 dan kapal 300 juta GT naik 1 persen dari 2019,” jelasnya.
Profil PT Pelindo III
PT Pelindo III (Persero) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berperan dalam mengelola dan membawahi 43 pelabuhan umum di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Didirikan pada 1 Desember 1992, perseroan terus melakukan pengembangan dan memberikan layanan terintegrasi di segmen penyediaan jasa kepelabuhanan. Hingga saat ini, perseroan juga berperan sebagai perusahaan induk (holding company) dari anak usaha yang ada.
Sebanyak 11 anak usaha dan perusahaan afiliasi Pelindo III bergerak dalam beragam sektor terkait jasa kepelabuhan seperti logistik, layanan kesehatan, petikemas, pengelola terminal curah cair dan gas, sarana bantu pemanduan, operator terminal, penyedia tenaga kerja, jasa pemeliharaan, pengelolaan alur pelayaran, kawasan industri, bongkar muat dan sebagainya.
























