ASPEK.ID, JAKARTA – Tim pencari gabungan berhasil menemukan satu bagian kotak hitam (blackbox) pesawat ATR dengan registrasi PK-THT yang jatuh di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan. Perangkat tersebut telah diamankan dan dibawa ke posko pencarian yang berlokasi di halaman Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Rabu (21/1).
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono membenarkan temuan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan jenis kotak hitam yang berhasil ditemukan di lokasi kejadian.
Sebagaimana diketahui, dalam satu pesawat terdapat dua komponen kotak hitam, yakni flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR). FDR merekam berbagai parameter penerbangan, sementara CVR menyimpan percakapan di ruang kemudi yang krusial dalam proses investigasi.
“Kami telah menerima informasi temuan satu bagian (kotak hitam). Saat ini tim di lapangan masih melakukan konfirmasi (untuk memastikan itu FDR atau CVR),” ujar Soerjanto, Rabu (21/1).
Penemuan ini dinilai menjadi perkembangan penting dalam upaya mengungkap penyebab kecelakaan pesawat ATR PK-THT. Secara teknis, data dari FDR dan CVR memungkinkan penyelidik merekonstruksi fase terakhir penerbangan secara ilmiah dan komprehensif.
Hingga kini, operasi pencarian masih berlanjut untuk menemukan sisa komponen kotak hitam lainnya serta material pesawat. Medan ekstrem di kawasan Tompo Bulu disebut menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
KNKT memastikan, setelah proses verifikasi di lapangan selesai, perangkat kotak hitam tersebut akan segera dibawa ke laboratorium KNKT di Jakarta untuk proses pengunduhan dan analisis data lebih lanjut. []
























