• Latest
  • Trending

Ekspansi ke Asia Tenggara, Pelni Butuh Kapal Baru

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 100 Orang, 1.603 Luka-luka

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Koreksi Desain IKN, Prabowo Fokus Ketahanan Lingkungan dan Bencana

Mensesneg Klaim Karhutla 4 Provinsi di Pulau Sumatra Sudah Terkendali

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Bakal Samakan Sistem Grading Pegawai di Semua BUMN

Hanura Ganti Logo Jadi Singa Jelang Pemilu 2029

Hanura Ganti Logo Jadi Singa Jelang Pemilu 2029

Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Imbas Gempa M 7,7 Flores

Bibir Kawah Gunung Kelimutu Retak 100 Meter Imbas Gempa M 7,7 Flores

Taufik Isi Kursi Sekda Aceh Usai Nasir Dicopot Prabowo

Taufik Isi Kursi Sekda Aceh Usai Nasir Dicopot Prabowo

Pulihkan 3.000 Faskes di Sumatera, Kemenkes Butuh Rp 529,3 Miliar

Menkes Budi Masuk Calon Dirjen WHO 2027

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Pelaku UMKM Berbasis Sawit Diajak ke Pasar Global

Tunjangan Khusus Pegawai PPATK Naik hingga Rp47,5 Juta

PPATK Tidak Blokir Rekening Donasi Demo Pati ke Jakarta

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

Kejagung Limpahkan Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra ke Kejari Jakpus

Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda Lulusan IPDN Angkatan XXXIII

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Ditutup 30 Agustus, Ini Daftar Kampus yang Masih Sepi Peminat

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ekspansi ke Asia Tenggara, Pelni Butuh Kapal Baru

by Aspek
April 15, 2021
in BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni (Persero), Yahya Kuncoro Yahya Kuncoro menyebut akan melakukan pengadaan kapal komersial untuk pelayaran komersial di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini manajemen masih melakukan kajian mendalam ihwal rencana tersebut. Pengadaan kapal baru menyusul enam kapal digunakan untuk angkutan logistik bagi tol laut di dalam negeri.

“Ini lagi kita kembangkan untuk komersial. Di komersial ini kita butuh kapal juga. Kita kan difungsikan untuk dipakai buat tol laut. Jadi saat ini kita dalam proses kajian untuk pengadaan kapal. Salah satunya digunakan untuk wilayah domestik,” kata Yahya, Rabu (14/4/2021).

BacaJuga

Danantara Bakal Samakan Sistem Grading Pegawai di Semua BUMN

BEI Suspensi Saham ADHI Imbas Tunda Bayar Bunga Dua Obligasi

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Palue NTT

Harris Abdi Sembiring Meliala Resmi Pimpin Pertamina Trans Kontinental

Garuda Uji Coba Internet Ngebut, Penumpang Bisa Video Call di Udara

Dony Oskaria: BUMN Karya: Utang Banyak, Anak Usaha Bermasalah

Sambil melakukan kajian, manajemen menjajaki dan mengkonsolidasikan pengadaan kapal dengan sejumlah pihak. Rencananya, pengadaan jenis kapal yang dibutuhkan perseroan adalah feeder. Untuk skala operasionalnya, feeder hanya dioperasikan di kawasan Asia Tenggara.

Di mana, negara yang dituju seperti Malaysia dan Singapura. Sementara wilayah Asia Timur, Yahya mengaku, pihaknya belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengekspansi bisnisnya di kawasan tersebut.

“Sudah banyak yang kita jajaki, tapi keluar belum sampai ke Asia timur, ke sana, karena itu harus punya kapal yang besar. Tapi kita modelnya feeder, nanti di feeder itu sampai ke Asia Tenggara. Karena kapal tendernya paling nggak 1.000 sampai 2.000 teus, kalau ke sana kapal besar. Kita masih belum lah,” katanya.

Sekarang  Pelni mengoperasikan sembilan kapal logistik untuk angkutan barang di sejumlah daerah di Tanah Air. Sembilan kapal itu terdiri dari tiga kapal milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan enam kapal milik perseroan.

“Kami punya skenario bahwa kapal kontainer itu jalan, ada delapan kapal kontainer dan satu lagi kapal RoRo (Roll on-roll off). Jadi, ada sembilan kapal yang beroperasi. Logistik harus tetap berjalan,” tandasnya.

Komentar
Share43Tweet27SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Malaysia Batasi Tamu Hari Raya, Larang Perjalanan Antar-Wilayah hingga 6 Juni

Malaysia Terbanyak Dikunjungi Turis di Asia Tenggara, Vietnam Kalahkan RI

Kuala Lumpur - Malaysia menjadi destinasi wisata paling ramai dikunjungi turis asing di kawasan Asia Tenggara pada paruh pertama 2026....

Pelni Dirombak, Yahya Kuncoro Promosi Jadi Direktur

Pelni Bangun 3 Kapal Senilai Rp4,5 Triliun

Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bakal membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp4,5 triliun menjadi momentum bagi industri...

Pertamina  Layani Banker Rendah Sulfur di Cilacap

Pertamina Gencar Ekspansi Dorong Daya Saing Logistik ASEAN

PT Pertamina International Shipping berupaya mendorong kemajuan industri logistik di Tanah Air. Saat ini perusahaan mengoperasikan lebih dari 300 kapal...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In