• Latest
  • Trending
Erick Thohir, Saatnya ke PT Dok Kodja Bahari

Erick Thohir, Saatnya ke PT Dok Kodja Bahari

Penagihan Pascabencana di Aceh Tengah, Warga Menanti Kepastian

Marak Modus Penipuan, Begini Ciri Debt Collector Resmi dan Gadungan

Realisasi Investasi RI Sepanjang 2025 Lampaui Target, Capai Rp 1.931 Triliun

Realisasi Investasi RI Sepanjang 2025 Lampaui Target, Capai Rp 1.931 Triliun

RUU Perampasan Aset Dirancang Bisa Rampas Harta Tanpa Putusan Pidana

RUU Perampasan Aset Dirancang Bisa Rampas Harta Tanpa Putusan Pidana

BPOM Temukan 26 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Ini Daftarnya

BPOM Temukan 26 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Ini Daftarnya

Jabar Mau Lepas Saham Bandara Kertajati ke Pemerintah Pusat

Jabar Mau Lepas Saham Bandara Kertajati ke Pemerintah Pusat

KPK Klaim Kantongi Bukti Aliran Uang ke Ketua PBNU Aizzudin

KPK Duga Eks Sekjen Kemenaker Terima Uang Hasil Peras TKA Rp 20 Miliar

Jelang 100 Hari, Begini Penilaian Prabowo Terhadap Kabinetnya

Prabowo Minta Kampus tak Hanya Produksi Riset Akademik

535 Kades Terlibat Korupi Sepanjang 2025, Kejagung: Ini Alarm Urgensi

Robot Polisi China Mulai Bertugas, Deteksi Pelanggaran & Tilang Otomatis

Robot Polisi China Mulai Bertugas, Deteksi Pelanggaran & Tilang Otomatis

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

RUU Perampasan Aset Mulai Dibahas, Ini Jenis Kekayaan yang Bisa Disita

Airlangga ke Istana, Jadi Menko Perekonomian?

Defisit APBN akan Terus Dijaga di Bawah 3 Persen

Kejagung Telusuri Aset Eks Stafsus Nadiem Meski Masih Buron

KUHP Baru Berlaku, Kejaksaan Fokus Pulihkan Kerugian Negara

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Januari 15, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Erick Thohir, Saatnya ke PT Dok Kodja Bahari

by Zamzami Ali
Desember 14, 2019
in BERITA UTAMA, BUMN, TERPOPULER
Erick Thohir, Saatnya ke PT Dok Kodja Bahari

Ilustrasi perbaikan kapal. [Dokumentasi PT Dok & Kodja Bahari]

ASPEK.ID, JAKARTA – Kinerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat ini sedang dielu-elukan. Berbagai gebrakan dan terobosan ‘berani’ membuat nama Erick Thohir ramai diperbincangkan publik.

Nama Erick Thohir kerap menghiasi berbagai media cetak, online maupun elektronik dalam beberapa waktu terakhir dan cukup sering menjadi tajuk pemberitaan, karena program ‘bersih-bersih’ BUMN yang dilakukannya.

Taji Erick Thohir mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Erick Thohir dinilai mampu mengemban amanah sebaga pemimpin armada perusahaan pelat merah yang bernaung di bawah Kementerian BUMN.

BacaJuga

RI Bakal Punya BUMN Baru Khusus Urusi Tekstil, Danantara Kucurkan Dana Rp 101 Triliun

Anak Usaha Pertamina ini Bakal Gelar RUPSLB, Agenda Perubahan Pengurus

Telkom akan Pangkas 60 Lebih Anak Usaha

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Prabowo Siapkan 6 Proyek Baru Rp101,5 T, Mulai Dibangun Februari Ini

Kasus Suap Perpajakan, Wajib Pajak dan Ditjen Pajak Masuk Radar KPK

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dari berbagai kebijakan dan keputusan yang diambil, salah satu langkah Erick Thohir yang sangat diapresiasi adalah keputusannya memberhentikan sejumlah petinggi di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk karena diduga terlibat kasus yang dikenal dengan skandal Harley dan Brompton.

Isu lain selanjutnya muncul. Erick Thohir dituntut untuk mengambil tindakan tegas terhadap BUMN yang bergerak di bidang galangan kapal, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) yang disinyalir memiliki segudang masalah

Mantan Komisaris Utama PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (PT DKB), Desi Albert Mamahit, dalam keterangannya mengatakan, Erick Thohir harus segera membersihkan perusahaan yang merugi terus setiap tahun ini.

“Harus ada perubahan besar-besaran di jajaran manajemen direksi,” kata Desi Arlbert, Jum’at (13/12/2019).

Ia menyebutkan, jajaran komisaris sebelumnya pernah mencoba melakukan investigasi mengenai kondisi perusahaan serta proyek yang dikerjakan dan hasilnya, ada beberapa temuan proyek yang bermasalah.

Dia juga mengatakan pernah mengirimkan surat kepada mantan Menteri BUMN Rini Soemarno perihal kondisi PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari pada pada 20 Agustus 2019.

“Isinya, menyoroti neraca keuangan perusahaan yang negatif hingga Rp 2,06 miliar hingga April 2019. Akibatnya, biaya operasional dan hak para karyawan, seperti gaji yang tersendat akibat kinerja perusahaan,” jelasnya.

Dia pun berharap Menteri BUMN saat ini, Erick Thohir bisa mengevaluasi kinerja direksi perusahaan tersebut. Ia berpandangan, perusahaan BUMN perkapalan ini mesti dipimpin figur yang paham dan pengalaman di bisnis galangan kapal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti sebanyak 7 BUMN yang telah menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) namun kinerja keuangannya tetap merugi pada 2018.

“Kerugian terjadi pada 7 BUMN, yaitu PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel,” ujar Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani Menyebut bahwa PT Dok Kodja Bahari merugi akibat beban administrasi dan umum yang terlalu tinggi, yaitu 58 persen dari pendapatan.

Profil Singkat

PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) didirikan pada tahun 1990, merupakan hasil merger (pengabungan) dari 4 (empat) industri galangan kapal yang terpadu untuk meningkatkan kinerja. 4 (empat) industri galangan kapal tersebut adalah PT Dok & Perkapalan Tanjung Priok (Persero) berdiri tahun 1891 dan PT Kodja (Persero), PT Pelita Bahari (Persero) dan PT Dok & Galangan Kapal Nusantara (Persero) yang ketiganya berdiri pada tahun 1964.

PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) berkantor pusat di Jalan Sindang Laut No 101, Cilincing, Jakarta Utara memiliki 4 (empat) Galangan yang terletak di Jakarta yaitu Galangan I, II, III dan Galangan Paliat serta 6 (enam) Cabang yang tersebar di luar Jakarta yaitu Sabang, Batam, Palembang, Cirebon, Semarang dan Banjarmasin.

PT Dok & Perkapalan Bahari (Persero) memiliki 2 Anak Perusahaan yaitu PT AIRIN yang bergerak dibidang depo peti kemas dan pergudangan sedangkan PT Kodja Terramarin bergerak dibidang chemical product dan perdagangan umum.

Berdasarkan laporan keuangan di laman resmi DKB sebagaimana dilansir dari laman Tempo, pendapatan perusahaan pada periode 2010-2014 cenderung fluktuatif. Pada 2014, pendapatan tercatat sebesar Rp 558,14 miliar. Sementara, rugi bersih perusahaan mencapai Rp 175,9 miliar dan total aset Rp 1.327,27 miliar.

Sementara berdasarkan Dokumen Kementerian Keuangan hingga triwulan II 2019, dari Rp 900 miliar dana PMN periode 2015-2019, PT Dok Kodja Bahari baru mencapai realisasi penggunaan dana 24,1 persen dan realisasi fisik rata-rata 25 persen.

Dalam dokumen yang sama, tampak return on equity perseroan -27,9 persen dan debt to equity ratio -3,28 alias berada di zona merah. Di samping itu, z-score perseroan -1,72 alias berada di area rentan bangkrut.

Komentar
Share123Tweet77SendShareShare22Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PHM Mulai Suplai Gas ke Kilang RU V Balikpapan

Erick Thohir Puji Pertamina Hulu Energi Selamatkan Kapal Karam di Kepulauan Seribu

Jakarta -  Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang berhasil...

BUMN Pangan

26th Kementerian BUMN, Erick Thohir: Mari Rayakan Kebersamaan dengan Terus Berprestasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar acara Family Gathering, yang bertempat di Plaza Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah,...

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Rampungkan  Sisa Proyek pada Oktober

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan sisa proyek strategis rampung pada akhir...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Persiraja Datangkan Pemain Timnas Afghanistan Omid Popalzay

Persiraja Datangkan Pemain Timnas Afghanistan Omid Popalzay

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Penagihan Pascabencana di Aceh Tengah, Warga Menanti Kepastian

Marak Modus Penipuan, Begini Ciri Debt Collector Resmi dan Gadungan

Realisasi Investasi RI Sepanjang 2025 Lampaui Target, Capai Rp 1.931 Triliun

Realisasi Investasi RI Sepanjang 2025 Lampaui Target, Capai Rp 1.931 Triliun

RUU Perampasan Aset Dirancang Bisa Rampas Harta Tanpa Putusan Pidana

RUU Perampasan Aset Dirancang Bisa Rampas Harta Tanpa Putusan Pidana

BPOM Temukan 26 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Ini Daftarnya

BPOM Temukan 26 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri, Ini Daftarnya

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In