ASPEK.ID, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana mengatakan bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) harus memprioritaskan pelayanan apabila mendapat dana talangan sebesar Rp 3,5 triliun.
Sebab, dikatakan Politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut, PT KAI akan menggunakan dana talangan untuk melakukan efisiensi perusahaan.
Dalam rapat antara Komisi VI DPR dengan PT KAI membahas pemberian dana talangan dari Pemerintah di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (7/7/2020) lalu, Putu menjelaskan bahwa ia sering mendengar banyak keluhan dari konsumen karena pelayanan yang diberikan berkurang kualitasnya.
“Yang saya lihat di sini hanya sekedar bussiness as usual. Ini hanya untuk menutup cashflow agar bisa berjalan. Tapi kondisinya apakah ini bisa menjamin bahwa servis dan pelayanan, bagaimana maintenance pelanggan agar mendapat pelayanan yang terbaik. Karena saya tidak mau nanti kondisi ini hanya menjadi bussiness as usual, tapi pelayanan akan drop sekali,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang dikutip, Jum’at (10/7).
Putu Supadma Rudana berharap, apabila dana talangan telah dicairkan, Direksi PT KAI harus segera mempersiapkan new strategy untuk menghadirkan pelayanan yang baik kepada konsumen mereka.
Ia juga meminta secara khusus agar PT KAI dapat dikenal kembali sebagai primadona transportasi di Indonesia.
“Tidak adil kepada konsumen kita dan pada akhirnya justru semuanya dilakukan efisiensi dan kemudian pelayanan kepada konsumen dinomorduakan. Nah kita berharap bahwa pelayanan itu penting, fasilitas itu harus maksimal. Dan utamanya mereka mendapat safety, itu sangat penting dan jangan sampai KAI mengurangi hal itu dengan dana talangan itu,” imbuhnya.
























