• Latest
  • Trending

Membangun Kesadaran Kolektif, Melawan Corona

Harris Abdi Sembiring Meliala Resmi Pimpin Pertamina Trans Kontinental

Harris Abdi Sembiring Meliala Resmi Pimpin Pertamina Trans Kontinental

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

72 Warga Tersangka Karhutla, Sita Korek Api

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Bareskrim Buru Pemodal di Balik Karhutla Kalimantan

Presiden Prabowo Teken Keppres Pemberhentian M Nasir sebagai Sekda Aceh

Presiden Prabowo Teken Keppres Pemberhentian M Nasir sebagai Sekda Aceh

Pendiri Pasar Muamalah Dinar-Dirham Jadi Tersangka

Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Diduga Bakar Lahan untuk Sawit

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Malaysia dan Brunei Menggunakan Mekanisme ASEAN Selesaikan Masalah Kabut Asap Lintas Batas

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

BNPB: 3 Hambatan Padamkan Karhutla

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Polda Bongkar Jaringan Uang Palsu di BSD Rp36 M

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo Saksi Pernikahan Sesprinya, Jokowi Saksi Pernikahan Mempelai Perempuan

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

Sejumlah Instruksi Prabowo Tentang Penanganan Karhutla Kalimantan

Sejumlah Instruksi Prabowo Tentang Penanganan Karhutla Kalimantan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Membangun Kesadaran Kolektif, Melawan Corona

by Zamzami Ali
Maret 22, 2020
in BERITA UTAMA, OPINI, TERPOPULER

[Oleh: Amir Faisal, CEO The Perfekto Indonesia]

Wabah virus Corona atau Covid-19 memiliki dampak yang luar biasa bagi seluruh sendi kehidupan di Indonesia. Sejak diidentifikasi pertama kali pada 30 Desember 2019 lalu di Wuhan, China, hingga Minggu (22/3/2020) telah terjadi 307.720 kasus virus Corona di seluruh dunia, 13.054 korban meninggal dunia dan 95.797 pasien berhasil sembuh (worldmetters.info).

Dalam waktu 2 bulan lebih, virus Corona telah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh dunia. Meskipun virus Corona dikenal sebagai virus dengan angka kematian yang cenderung rendah, namun dengan tingkat penularan yang sangat cepat dan rentan pada orang dengan usia tingkat lanjut, serta penanganan yang tidak tepat maka berisiko memperbesar angka kematian yang ada.

BacaJuga

Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Rp 36 M di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK

Hari Damai Aceh ke-21 Berakhir Ricuh

Budi Waseso: Sertifikat Pramuka Garuda Bisa Masuk TNI-Polri Tanpa Tes

BPS Bongkar Kondisi Terbaru Dunia Kerja RI, Ada Kabar Baik di Balik Angkanya

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Jawa Berkontribusi 56,47 Persen terhadap PDB

Kalau dilihat dari aspek kesehatan publik, Indonesia menjadi salah satu negara dengan persentase angka kematian paling tinggi dibandingkan 152 negara lainnya yang terinfeksi virus Corona.

Dari 514 orang yang dinyatakan positif terinfeksi pada 22 Maret 2020, 48 orang diantaranya meninggal dunia atau dengan persentase kematian sebesar 9,33 %. Di sisi lain, jumlah orang yang terinfeksi virus Corona ini pun dianggap tidak transparan atau bahkan tidak diketahui jumlah yang sebenarnya oleh Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Aman Bhakti Pulungan.

Hal ini memperlihatkan ketidaksiapan pemerintah dalam memetakan persoalan utama dari wabah Covid-19 ini. Pada akhirnya, yang menjadi tumbal dari ketidaksiapan ini adalah para tenaga medis.

Hingga 22 Maret 2019, diketahui bahwa tenaga medis Indonesia yang telah menjadi korban meninggal dunia sebanyak 7 orang. Salah satu sebab utama hal ini terjadi adalah tidak tersedianya alat kesehatan, terutama Alat Pelindung Diri (APD) yang seharusnya digunakan oleh para tenaga medis.

Virus Corona diketahui positif masuk ke Indonesia pada tanggal 2 Maret lalu, namun Pemerintah baru melakukan tindakan penjemputan alat kesehatan pada tanggal 20 Maret dan diperkirakan akan tiba pada 23 Maret.

Seharusnya dengan tingkat penyebaran jenis virus corona yang begitu cepat, APD menjadi benteng utama para tenaga medis mempertahankan diri dari para pasien yang terinfeksi.

Harus disadari bersama bahwa di samping para tenaga medis harus mengobati para pasien yang terinfeksi virus Corona, mereka juga harus mampu melindungi diri sendiri dari virus tersebut. Begitu pula gerakan relawan tenaga medis juga harus menjadi perhatian bagi para penggeraknya.

Seperti yang dilakukan oleh Kementerian BUMN yang merekrut relawan tenaga medis dan non medis pada pekan ini. Kementerian BUMN sebagai penggerak voluntarism harus menjamin bahwa para relawan yang terlibat benar-benar memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi positif serta dibekali dengan perlengkapan yang memadai, sehingga tidak akan menimbulkan dampak dengan semakin banyak korban yang terinfeksi virus Corona.

Dampak Covid-19  yang dirasakan pun tidak hanya terjadi pada aspek kesehatan masyarakat, namun juga berimbas pada segala lini sektor kehidupan. Persoalan yang paling terlihat adalah pada aspek ekonomi.

Wabah Corona ini seakan membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk. Mengutip data yang dirangkum The Perfekto Indonesia, virus Corona menjadi salah satu faktor merosotnya nilai mata uang rupiah hingga Rp 16.000,- per US dollar.

Dampak ekonomi lainnya yang dirasakan antara lain, anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 4.099,09, kerugian pasar modal dan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 40,16 triliun, menurunnya persentase ekspor hingga 7,16 % serta pelaku industri kesulitan mendapatkan bahan baku khususnya dari China.

Bahkan, Bappenas dan lembaga riset seperti LIPI memperkirakan penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 5 – 5,4 %. Yang tidak kalah buruk dampaknya juga terjadi pada potensi devisa negara dari sektor pariwisata yang mungkin hilang mencapai US$ 530 juta.

Berbagai dampak yang terlihat secara langsung ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Dibutuhkan keseriusan bersama untuk menyelesaikan  persoalan ini secara komprehensif. Pemerintah sebagai pemegang mandat pengelolaan negara harus berperan aktif dan menentukan langkah tepat dalam mengontrol penyebaran virus cCorona agar tidak semakin meluas.

Di samping kebijakan yang bersifat massal, pemerintah juga harus melihat lagi akar permasalahan yang menjadi kelompok rentan dari virus Corona, yaitu orang usia lanjut. Maka dibutuhkan kesadaran bersama untuk melindungi kelompok usia lanjut ini agar tidak semakin menambah korban jiwa.

Serta yang tidak kalah penting, pemerintah juga berkewajiban ‘mempersenjatai’ para tenaga medis dengan alat kesehatan yang lengkap dan layak. Karena sebagai pejuang medis, mereka merupakan salah satu aktor paling penting dalam menyelesaikan persoalan wabah Corona ini.

Selain itu, dalam lingkup yang lebih luas masyarakat harus menyadari bahwa semakin lama wabah Corona ini tidak terselesaikan, maka akan semakin besar pula efek domino yang diciptakan nantinya. Masyarakat harus membangun kesadaran kolektif bahwa wabah Corona bukan hanya menjadi masalah personal atau bagi kelompok rentan saja.

Wabah Corona juga dapat menjadi risiko yang mematikan bagi anak usia dini maupun usia muda jika diabaikan dan tidak dihindari. Tidak munculnya gejala pada tubuh juga tidak dapat dianggap bahwa kita tidak terkontaminasi dan menyalurkan kepada orang lain maupun keluarga.

Maka setiap individu harus memahami secara jelas apa yang harus dilakukan agar tubuh tetap terhindar dari virus. Penyebaran harus dihentikan secara bersama dengan saling menjaga diri masing-masing dan membangun social distance untuk sementara waktu dengan orang di sekitar hingga proses penyebaran benar-benar terhenti. Dan dalam hal ini kita memang tidak boleh melupakan pepatah lama, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati.

[Amir Faisal, CEO The Perfekto Indonesia]

Komentar
Share142Tweet31SendShareShare9Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jejak Langkah Menteri Andalan Jokowi, Erick Thohir

Jejak Langkah Menteri Andalan Jokowi, Erick Thohir

Oleh: Amir Faisal (Founder Perfekto Untuk Indonesia) CAWAPRES potensial, bapak transformasi BUMN, penyelamat sepak bola Indonesia itulah sederet julukan Erick...

Amir Faisal: Transformasi BUMN Topang Ekonomi & Melayani Penduduk

Kementerian BUMN melakukan kebijakan transformasi untuk pertumbuhan bisnis BUMN, baik sebagai penopang ekonomi, maupun instrumen pelayanan masyarakat. "Hal ini terlihat...

Mengintip Kebijakan Cegah Covid di RI & Selandia Baru

Oleh: Ilham Saputra *** Pemerintah Selandia Baru sejak tahun 2020 telah mengambil langkah-langkah berani untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19. PM...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In