ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik manipulasi tarif dalam dugaan jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Skema ini diduga melibatkan tim khusus bentukan Bupati Pati nonaktif Sudewo yang dikenal sebagai Tim 8, dengan peran para kepala desa sebagai koordinator lapangan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyebut bahwa tarif awal pengisian jabatan perangkat desa sejatinya telah ditetapkan Sudewo dalam sebuah pertemuan pada Desember 2025. Nilainya dipatok rata-rata Rp 120 juta per posisi. Namun, dalam praktiknya, angka tersebut diduga dimanipulasi oleh Tim 8.
Para kepala desa yang tergabung dalam tim itu disebut bertindak sebagai “pengepul” sekaligus penentu harga di lapangan. Akibatnya, tarif jabatan melonjak signifikan. Posisi kepala urusan (kaur) dibanderol hingga Rp 165 juta, sementara jabatan sekretaris desa (sekdes) melonjak drastis menjadi Rp 225 juta per orang.
“Struktur ini disusun secara berlapis, sehingga ada ruang keuntungan bagi koordinator lapangan,” ujar Budi Prasetyo, Jumat (23/1).
KPK menilai pola tersebut sebagai bentuk pemerasan sistematis terhadap calon perangkat desa. Hingga Januari 2026, total uang yang berhasil dikumpulkan dari praktik ini mencapai Rp 2,6 miliar.
Dalam perkara ini, penyidik telah menahan Sudewo bersama tiga kepala desa, yakni Abdul Suyono, Sumarjiono, dan Karjan, dan menempatkan mereka di Rutan KPK. Penahanan dilakukan untuk mempermudah pendalaman perkara, termasuk menelusuri kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Selain kasus jual beli jabatan desa, Sudewo juga diketahui terseret perkara lain. Ia sebelumnya telah berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) saat masih menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI.
Di sisi lain, Sudewo membantah tudingan tersebut. Ia beralasan bahwa proses pengisian jabatan perangkat desa baru dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Namun, KPK menegaskan telah mengantongi bukti kuat bahwa pembahasan tarif dilakukan jauh sebelum tahapan resmi dimulai. []























