ASPEK.ID, MAKASSAR – Memasuki hari kelima operasi pencarian kecelakaan pesawat ATR 42-500, tim SAR gabungan kembali menemukan bagian tubuh korban ketiga di kawasan lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Penemuan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i di Kantor SAR Makassar, Rabu (22/1) malam.
Syafi’i menjelaskan, bagian tubuh korban ditemukan pada Rabu (21/1) sekitar pukul 12.30 Wita. Saat ditemukan, kondisi korban tidak lagi utuh sehingga proses evakuasi membutuhkan penanganan ekstra di medan yang ekstrem.
“Informasi yang kami terima, korban ketiga yang ditemukan ini berupa body part dan saat ini masih dalam proses evakuasi,” ujar Mohammad Syafi’i, Rabu (21/1).
Korban ditemukan di area Sektor 1 dan Sektor 4 pada ketinggian sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut. Lokasi tersebut berdekatan dengan titik ditemukannya jenazah korban kedua, pramugari Florensia Lolita, serta area penemuan kotak hitam (black box) pesawat.
Syafi’i menyebutkan, seluruh wilayah pencarian didominasi medan terjal berupa tebing curam dan jurang dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter, sehingga berisiko tinggi bagi personel SAR.
“Semua pelaksanaan operasi berada di tebing dan jurang. Medannya sangat berat dan berisiko,” tambahnya.
Hingga Rabu malam, korban masih dalam proses evakuasi menuju posko terdekat di titik penjemputan helikopter Kampung Lampeso, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Syafi’i menegaskan, operasi pencarian akan terus dilanjutkan secara maksimal. Evaluasi menyeluruh terhadap operasi SAR dijadwalkan pada hari ketujuh pencarian.
“Operasi pencarian korban terus kita laksanakan. Hari ketujuh nanti akan kita lakukan evaluasi. Saat ini dua korban sudah berhasil dievakuasi, satu telah diserahkan ke pihak keluarga melalui tim disaster victim identification (DVI), satu masih dalam proses, dan satu lagi yang baru ditemukan juga sedang dievakuasi,” jelas Syafi’i.
Saat ini, fokus pencarian diarahkan pada Sektor 1 dan Sektor 4 yang dinilai memiliki potensi terbesar untuk menemukan korban lainnya. Meski demikian, penyisiran tetap dilakukan di Sektor 2 dan 3.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat agar cuaca memungkinkan dan proses evakuasi bisa berjalan lebih cepat, serta korban lainnya dapat segera ditemukan,” tandasnya. []
























