ASPEK.ID, JAKARTA – Geregetan.. Jadinya geregetan.. Apa yang harus ku lakukan.. Geregetan.. Duh aku geregetan.. Mungkinkah aku jatuh cinta..
Itulah sepenggal lirik dari single milik Giant Step, grup band beraliran rock asal Bandung yang mencuat namanya di era 80an. Band ini beranggotakan yaitu Benny Soebardja, Utje F Tekol, Albert Warnerin, Erwin Badudu, Jelly Tobing dan Triawan Munaf.
Nama terakhir yang disebut diatas pada Rabu (22/1/2020) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah diangkat sebagai Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Dalam kesempatan itu, mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI, Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia.
Selanjutnya ada nama petinggi CT Corp, Dony Oskaria yang diangkat sebagai Wakil Direktur Utama yang akan mendampingi Irfan Setiaputra.
Profil Triawan Munaf
Pria ini lahir di Bandung pada 28 November 1958 dan mengawali karirnya sebagai musisi. Ketertarikannya di bidang seni dimulai dari ia yang belajar bermain piano saat duduk di bangku SMP.
Triawan adalah putra dari pasangan Bahar Munaf dan Etty Munaf yang berasal dari Nagari Sumpur, Tanah Datar yang bersuku Minangkabau. Ia menikah dengan Luki Ariani dan pasangan ini dikaruniai 3 orang anak.
Ketiga anaknya adalah Virania Munaf, Sherina Munaf, seorang penyanyi dan aktris terkenal Indonesia serta Mayzura Munaf. Triawan Munaf juga merupakan sepupu dari musisi Fariz Rustam Munaf.
Semasa kecilnya, Triawan dibesarkan untuk melakukan apa yang disukainya. Selain belajar memainkan piano, ia juga belajar membuat lagu. Judul lagu pertamanya saat itu Gagal Lagi.
Ia kemudian bergabung dengan Giant Steep di era 80an dan mengambil peran sebagai vokalis dan keyboardist. Single andalannya saat itu adalah ‘Gregetan’ yang kemudian diaransemen ulang oleh putrinya, Sherina Munaf.
Setelah tidak terlalu aktif di dunia musik yang telah membesarkan namanya, Triawan kemudian bergerak dalam dunia usaha periklanan dan mendirikan Euro RSCG AdWork pada 26 Desember 1989.
Salah satu kliennya adalah Partai PDI Perjuangan. Logo PDI Perjuangan berupa lambang Banteng Moncong Putih adalah salah satu hasil karyanya. Triawan kemudian juga terlibat dalam dunia politik melalui PDI Perjuangan dan juga sebagai anggota tim sukses Jokowi – Jusuf Kalla.
Baca juga Irfan Setiaputra Jadi Dirut Garuda, Triawan Munaf Komut
Moncong Putih seolah menjadi pembuka jalannya untuk terjun ke dunia politik. Ia diajak bergabung ke PDI Perjuangan dan diangkat menjadi ketua tim kreatif kampanye Jokowi – Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014 lalu. Triawan juga yang menciptakan jargon Salam 2 Jari pada kampanye tersebut.
Ia menjabat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif setelah resmi dilantik oleh Presiden RI, Joko Widodo, pada 26 Januari 2015, melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 9 P Tahun 2015. Ia menjadi pimpinan yang pertama pada lembaga setingkat kementerian yang baru dibentuk tersebut.
Hingga akhirnya, pada hari ini Rabu (22/1), Triawan Munaf berhasil menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, menggantikan Sahala Lumban Gaol.




















