ASPEK.ID, JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana untuk melepas kepemilikan atau divestasi saham di empat ruas tol pada tahun 2020.
Divestasi yang diperkirakan senilai Rp7 triliun hingga Rp8 triliun itu dilakukan demi memperbaiki arus kas perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang kontruksi ini.
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono dalam keterangannya menjelaskan ruas tol yang akan dijual adalah ruas tol Becakayu, Kanci-Pejagan dan Pejagan-Pemalang.
“Kira-kira nilainya hampir Rp7 triliun sampai Rp8 triliun,” ungkap Destiawan dalam keterangannya yang dikutip Kamis (2/7).
Lalu, sisa ruas tol yang akan dijual adalah tol Cibitung-Tanjung Priok. Namun, divestasi untuk ruas tol ini tidak dilakukan sepenuhnya, melainkan dengan mengurangi jumlah saham dari mayoritas menjadi minoritas.
“Targetnya tahun ini kalau tidak, berat untuk arus kas tahun ini,” ungkapnya.
Arus kas operasi Waskita Karya pada kuartal I 2020 sudah positif sebesar Rp2,8 triliun. Realisasi itu berbanding terbalik dengan kuartal I 2019 lalu yang minus Rp3,02 triliun.
Namun, arus kas investasi memang masih minus sebesar Rp494,12 miliar. Begitu juga dengan arus kas dari pendanaan yang minus sebesar Rp5,49 triliun serta ditambah utang Pemerintah yang belum dibayar hingga saat ini. Totalnya sebesar Rp6,63 triliun.
Destiawan menjelaskan, utang itu terdiri dari angka itu terdiri dari outstanding pokok dana talangan pengadaan tanah jalan tol sebesar Rp3,71 triliun, cost of fund dana talangan pengadaan tanah jalan tol Rp1 triliun, dan LRT Sumatra Selatan Rp1,92 triliun.
“Nanti seluruh pengembalian piutang dari pemerintah akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban pada perbankan dan obligasi,” katanya.
Selain penjualan tol, Destiawan juga akan mengajukan penyertaan modal negara (PMN) kepada pemerintah. Hal ini diperlukan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan.
“Kami juga ada total utang sampai sekarang Rp89 triliun, secara total. Ini ada progres yang belum terhitung karena termasuk dalam pengadaan tanah juga,” tambahnya.
“Saat ini Waskita Karya perlu suntikan PMN. Kami akan sampaikan ke Kementerian BUMN untuk dibantu mengajukan PMN,” pungkasnya.























