ASPEK.ID JAKARTA – PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT mencatatkan kerugian pada kuartal I/2021 Rp46,09 miliar.
Pada tahun lalu sebelum pandemi per 31 Maret 2020, Waskita mampu meraup laba sebesar Rp42,69 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Waskita Karya mencatatkan pendapatan usaha Rp2,67 triliun atau turun 35,93% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,16 triliun dengan rugi per saham dasar Rp3,40.
Jasa konstruksi menjadi penyumbang pendapatan tertinggi tercatat Rp2,28 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,55 triliun.
Kemudian, pendapatan jalan tol tercatat Rp175,21 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp114,97 miliar, penjualan precast tercatat Rp98,56 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp280,71 miliar.
Bunga dari jasa konstruksi tercatat Rp64,82 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp24,89 miliar, pendapatan properti tercatat Rp26,92 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp170,37 miliar.
Penjualan infrastruktur lainnya tercatat Rp13,84 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp18,56 miliar, pendapatan hotel tercatat Rp10,20 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp7,86 miliar, dan sewa gedung dan peralatan Rp77,53 juta.























