ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan bahwa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berupa penyaluran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 16,9 triliun ke enam BUMN telah berjalan.
Suntikan dana ke perusahaan pelat merah tersebut bahkan sudah mulai mengalir ke sektor riil seperti pembangunan ruas-ruas jalan tol Sumatera yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hutama Karya sebagai BUMN pelaksana mendapatkan suntikan sebesar Rp 3,5 triliun melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2020 tentang Pembiayaan Infrastruktur melalui Hak Pengelolaan Terbatas.
“Menggerakkan sektor riil menjadi prioritas pemerintah saat ini, termasuk melalui suntikan ke BUMN ini,” ujarnya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/10).
Selain itu, PT Sarana Multigriya Finansial/SMF (Persero) juga sudah mendapatkan PMN sebesar Rp 1,75 triliun dan Rp 700 miliar juga diberikan pemerintah untuk PT Geo Dipa Energi (Persero).
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia EximBank juga ikut mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 5 triliun.
Kemudian PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mendapatkan PMN sebesar Rp 1 triliun pada akhir Juli.
Suntikan dana ke PMN yang dilakukan sejak akhir Juli ini termasuk untuk memberikan kredit kepada usaha mikro dan kecil dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).
“PMN juga diberikan ke PLN sebesar Rp 5 triliun sejak akhir Juli untuk mendanai listrik pedesaan,” ucapnya.
Disebutkan juga, beberapa PMN juga sudah masuk dalam tahap pipeline. Di antaranya akan ditujukan ke PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) untuk pengembangan Mandalika.
Selain itu, PMN juga akan ditujukan untuk PT Jamkrindo dan PT Askrindo dalam rangka penjaminan PEN melalui induk usahanya, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).
“Hutama Karya juga akan mendapatkan injeksi kedua yang ditujukan untuk penyelesaian jalan tol Sumatera. Ini sedang dalam proses,” tandasnya.
























