Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan ekonomi Indonesia kuartal III/2021 tumbuh 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Andry mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi karena PPKM Darurat dan level 3-4 sejak Juli lalu.
“Ini yang harus kita antisipasi jadi naik turunnya perekonomian, dan kasus Covid-19 yang arahnya harusnya makin lama makin kecil. Pola yang selalu kita temui ketika kasus Covid-19 mulai mereda, restriksi dilonggarkan, ekonomi naik. Kemudian begitu mobilitas naik, kasus naik lagi. Kemudian, diketatkan lagi [pembatasan] turun lagi ekonominya,” kata Andry di Macroeconomic Outlook 2021 Bank Mandiri “Ekonomi Indonesia 2021-2022: Menjaga Momentum Pertumbuhan” secara virtual, Kamis (9/9/2021).
Andry menuturkan pihaknya melihat ekonomi RI kembali menggeliat sejak Agustus 2021. Hal itu dilihat dari indeks mobilitas yang meningkat seiring dengan pelonggaran PPKM secara bertahap oleh pemerintah.
“Jadi peak terendahnya itu memang dari awal sampai akhir Juli yang lalu,” sebutnya.
Dia menyampaikan, jika nantinya pandemi bertransisi menjadi endemi, pergerakan angka kasus Covid-19 tidak mengalami volatilitas yang tinggi. Pasalnya, hal itu menyebabkan pemerintah harus bolak-balik mengetatkan dan melonggarkan pembatasan mobilitas.
Andry menyebut dukungan dan bantuan untuk mengatasi hal tersebut datang dari vaksinasi yang bisa mengurangi tingkat keparahan pada orang yang menderita Covid-19.
Baca juga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II 2021 Masih Semu
“Sehingga tidak sampai pembatasannya semakin masif. Jadi semisal ada pembatasan bisa [dilokalisasi] di beberapa area saja. Ini yang bisa jadi support untuk pertumbuhan ekonomi,” tutur Andry.
Adapun, pada akhir 2021, Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi mencapai 3,69 persen (yoy).
























