• Latest
  • Trending
BPPT: KRI Nanggala-402 Sudah Diuji di Korea  dengan Sistem Terbaru

BPPT: KRI Nanggala-402 Sudah Diuji di Korea dengan Sistem Terbaru

Hashim Buka-Bukaan, Ini Strategi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2026

Hashim Tegaskan Indonesia Aman untuk Investasi

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

Lantik 14 Kajati, Jaksa Agung Soroti Disiplin hingga Disinformasi

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

PT Multi Artha Pratama Tidak Memiliki Hubungan dengan Tan Kian

PT Multi Artha Pratama Tidak Memiliki Hubungan dengan Tan Kian

KKP Tangkap 6 Kapal Ikan Ilegal Vietnam di Natuna

KKP Tangkap 92 Kapal Illegal Fishing Selamatkan Kerugian Rp 760 Miliar

Laba Toyota Anjlok 74 Persen

Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik dari Thailand ke RI, Berikan Insentif yang Diminta

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Tak Beroperasi

Transjakarta Turunkan Penumpang Bau di Halte

Cerita Sopir Truk Lompat ke Laut Saat KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar

Basarnas: 233 Korban KMP Mutiara Sentosa II Sudah Dievakuasi

Jokowi Dinobatkan Sebagai Sesepuh Raja Timor NTT

Jokowi Dapat Gelar Raja di NTT dan Baginda di Lampung, PSI Ungkap Alasannya

BI Berikan Quantitative Easing untuk Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

Purbaya Bicara Isu BI di Bawah Kemenkeu

2 Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso

2 Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso

Teken Gross Split Blok Selat Panjang, RI Terima Bonus Rp 70 M

Harga Minyak Dunia Turun Usai AS batal Serang Iran

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BPPT: KRI Nanggala-402 Sudah Diuji di Korea dengan Sistem Terbaru

by Aspek
April 25, 2021
in BERITA TERBARU, NEWS, TEKNOLOGI
BPPT: KRI Nanggala-402 Sudah Diuji di Korea  dengan Sistem Terbaru

ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan KRI Nanggala-402 masih sangat layak beroperasi.

Demikian kata Teguh Muttaqi, Perekayasa pada Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT yang pernah mengambil program doktor bidang kapal selam di Korea Selatan.

“Kapal itu sudah di-refurbish [diperbarui] pada 2012,” ungkap Teguh, Sabtu  (24/4/2021).

BacaJuga

Hashim Tegaskan Indonesia Aman untuk Investasi

Menhan RI: Pasukan Khusus Indonesia-Thailand Bakal Gelar Latihan Bersama

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

PT Multi Artha Pratama Tidak Memiliki Hubungan dengan Tan Kian

KKP Tangkap 92 Kapal Illegal Fishing Selamatkan Kerugian Rp 760 Miliar

Purbaya Rayu Toyota Pindahkan Pabrik dari Thailand ke RI, Berikan Insentif yang Diminta

Teguh menuturkan sistem dan teknologi di KRI Nanggala diperbarui di Korea Selatan. Prosesnya menuntut bagian lambung kapal selam yang bertekanan (ballast) dilepas dan kemudian dipasang kembali.

Pada proses pemasangan kembali itu mungkin tak menghasilkan kondisi yang sama seperti saat kapal selam itu baru datang dari Jerman pada 1981. Teguh meyakini kondisi KRI Nanggala tetap layak. Alasannya, semua sistem telah diperbarui.

“Selain itu, sebelum diserah-terimakan kapal juga telah diuji coba penyesuaian komponen untuk beradaptasi saat dioperasikan,” katanya dikutip dari Bisnis.

Uji coba dengan cara KRI Nanggala direndam di laut dengan kondisi normal 200-300 meter. Adapun daya selam pada mode tempur KRI Nanggala mencapai 2,5 kali kedalaman batas normal. Artinya, KRI Nanggala-402 bisa menyelam hingga kedalaman 500-600 meter.

Teguh menilai sangat kecil potensi kerusakan. Apalagi, dia menambahkan, nakhoda kapal selam memiliki spesifikasi orang yang taat prosedur.

“Kalau saya lihat sebenarnya human error sangat kecil yang bisa menyebabkan kapal itu tenggelam. Sampai sekarang saya juga masih bertanya-tanya,” katanya.

Berbeda halnya dengan potensi kegagalan operasi. Teguh menyebut saat pendistribusian arus listrik di kapal.

Dia menerangkan awal pengoperasian kapal tersebut digerakkan menggunakan genset yang memiliki arus listrik searah (DC) yang harus diubah menjadi arus bolak balik (AC).

“Kegagalan pengubahan distribusi aliran listrik ini bisa terjadi meski kemungkinannya juga kecil,” tandasnya.

Komentar
Share94Tweet59SendShareShare17Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Daftar Nama 53 Awak KRI Nanggala-402 yang Hilang di Bali

PAL Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak

 PT PAL Indonesia sedang melakukan pengembangan terhadap kapal selam tanpa awak atau autonomos dengan bekerjasama dengan perusahaan Jerman.Adanya kapal selam...

Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Riset Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai sejak tahun 2019 hingga 2021, pembangunan riset dan teknologi nasional menjadi semakin suram,...

INKA dan BPPT Siap Produksi Kereta Cepat

PT INKA (Persero) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), beberapa perguruan tinggi dan perusahaan tengah mempersiapkan untuk membuat kereta cepat...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In