ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC melanjutkan pembangunan Terminal Kalibaru yang mencakup pembangunan New Priok Container Terminal Two (CT2) dan New Priok Container Terminal Three (CT3).
Di samping itu juga area untuk Product Terminal 1 (PT1) dan Product Terminal 2 (PT2). Pengerjaan proyek rencananya dilanjutkan pada triwulan I 2021.
IPC juga telah melakukan Perjanjian Konsesi Terminal Kalibaru dengan pemerintah pada tahun 2015 terkait pengoperasian (CT2 dan PT1 untuk mulai beroperasi pada 2023.
“Pembangunan Terminal Kalibaru tahap selanjutnya meliputi area reklamasi dan breakwater seluas total 178 hektare untuk CT2, CT3, PT1, PT2 serta area pendukung,” kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/11).
Saat ini IPC tengah menyelesaikan desain ulang pembangunan Terminal Kalibaru yang ditargetkan selesai pada Januari 2021.
Selanjutnya akan dilakukan proses lelang untuk kontraktor baru, sekaligus rencana pemilihan mitra kerja sama khususnya untuk operator CT2.
Seperti CT1 yang sudah beroperasi, CT2 dan CT3 juga diproyeksikan memiliki kapasitas peti kemas masing-masing sebanyak 1,5 juta TEUs per tahun.
Kedua terminal peti kemas ini ke depannya juga akan dibangun dengan kedalaman minus 16 sampai 20 meter dari permukaan laut, sehingga bisa memfasilitasi masuknya kapal peti kemas generasi baru dengan kapasitas di atas 10.000 TEUs.
Keberlanjutan pembangunan Terminal Kalibaru merupakan bagian dari pengembangan hard infrastructure yang terus dilakukan BUMN pelabuhan itu.
Untuk kemudahan akses operasional Terminal Kalibaru, IPC akan mengembangkan New Priok East Access (NPEA) sebagai akses masuk melalui pintu timur.
Akses NPEA akan tersambung dengan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan kawasan industri di timur Jakarta.
Profil IPC
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang lebih dikenal dengan Pelindo II atau IPC, adalah salah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang logistik, secara spesifik pada pengelolaan dan pengembangan pelabuhan.
Saat ini, Pelindo 2 mengoperasikan 12 Pelabuhan yang berada di 10 Provinsi Indonesia mulai dari Sumatera Barat hingga Jawa Barat.
Pelindo 2 menjadi salah satu BUMN strategis dimana seluruh pelabuhan yang dikelola memiliki posisi yang signifikan dalam keterhubungan jaringan perdagangan internasional berbasis transportasi laut.
























