Rahmat masih mengingat jelas pertemuan terakhirnya dengan sang menantu, Deden Maulana, sekitar tiga hingga empat hari sebelum pesawat ATR 42-500 yang dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (18/1).
Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga kini masih dalam pencarian bersama penumpang lainnya.
Berdasarkan pantauan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Mesir II RW 10, Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, rumah keluarga Deden mulai dipadati kerabat sejak Minggu (19/1) pagi.
Sejumlah keluarga, tetangga, serta rekan kerja berdatangan silih berganti sejak pukul 09.00 WIB untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga.
Ayah mertua Deden, Rahmat, terlihat berdiri di depan gang rumah dengan wajah penuh duka. Ia mengaku tidak menyangka pertemuan singkat beberapa hari lalu menjadi momen terakhir bersama menantunya.
“Terakhir ketemu agak aneh. Biasanya dia langsung masuk rumah. Waktu itu cuma ucap salam. Saya tanya, ‘ada apa, Den?’ Dia cuma senyum saja,” ujar Rahmat dengan mata berkaca-kaca.
Rahmat mengatakan dirinya mengetahui kabar hilangnya Deden dari pemberitaan pesawat ATR rute Yogyakarta–Makassar yang hilang kontak pada Sabtu sore. Hingga Minggu pagi, ia masih menunggu perkembangan informasi dari televisi terkait proses pencarian.
Deden Maulana meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar.
“Orangnya baik, sayang sama keluarga. Saya dengar penumpang dari KKP ada tiga orang, salah satunya menantu saya,” ungkap Rahmat. []
























