ASPEK.ID, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) menutup tiga dari lima terminal penumpang yang dikelola perseroan untuk meredam laju penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Direktur Utama PT Pelindo II (Persero) Arif Suhartono dalam keterangan tertulis yang di Jakarta mengatakan, terminal penumpang yang tutup sementara itu adalah terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Pandan Belitung, Pelabuhan Pangkal Balam Bangka serta terminal penumpang Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sumatera Selatan.
“Untuk dua terminal penumpang lainnya masih beroperasi yakni Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Pelabuhan Pontianak Kalimantan Barat,” kata Arif Suhartono, Senin (6/4).
Dikatakan Arif, per 1 April 2020 operasional Kapal Cepat Express Bahari rute Belitung – Bangka (PP) berhenti sementara. Demikian juga dengan Kapal Cepat Express Bahari rute Palembang-Muntok (PP).
Keputusan ini diambil oleh pihak pengelola kapal sebagai upaya mendukung program pemerintah daerah dan provinsi dalam meredam laju penyebaran Covid-19 di Tanah Air.
“Meskipun tutup, operasional dan pelayanan terminal lainnya di sana tetap beroperasi. Kapal barang tetap bisa bersandar dan melakukan bongkar muat, baik di terminal peti kemas, terminal non peti kemas, maupun terminal multi-purposes,” jelasnya.
Profil PT Pelindo II
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang lebih dikenal dengan Pelindo II atau IPC, adalah salah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang logistik, secara spesifik pada pengelolaan dan pengembangan pelabuhan.
Saat ini, Pelindo 2 mengoperasikan 12 Pelabuhan yang berada di 10 Provinsi Indonesia mulai dari Sumatera Barat hingga Jawa Barat.
Pelindo 2 menjadi salah satu BUMN strategis dimana seluruh pelabuhan yang dikelola memiliki posisi yang signifikan dalam keterhubungan jaringan perdagangan internasional berbasis transportasi laut.
























