Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berhasil membukukan kinerja kuangan yang positif sepanjang Semester I Tahun 2021.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, pendapatan BUMN mengalami peningkatan sebesar Rp 96,5 triliun yang di topang oleh sektor energi, keuangan, dan pertambangan.
Peningkatan kinerja ini, kata Erick, terwujud berkat upaya transformasi yang dilakukan Kementerian BUMN.
“Transformasi bisnis model dan penerapan operasional yang efisien serta akuntabilitas yang diterapkan mampu menaikkan penjualan dan peningkatan pencapaian pendapatan total seluruh BUMN,” kata Erick dalam keterangan resminya, Sabtu (16/10).
Dirincikan Erick, BUMN sektor energi mencata penjualan Rp 60,04 triliun atau tumbuh 13 persen.
Baca Juga: Negara Modali BUMN Rp58,8 T pada 2022
Kemudian sektor jasa keuangan tumbuh 7 persen menjadi Rp 13,6 triliun dan sektor pertambangan tumbuh 34 persen menjadi Rp 13,68 triliun.
Peningkatan pendapatan ini berimbas pada kinerja laba bersih konsolidasian yang meningkat hampir 3,6 kali laba bersih konsolidasi unaudited semester I 2020 menjadi Rp 26 triliun
“Secara total, kinerja enam bulan pertama tahun ini meningkat 356 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ungkapnya.
Baca Juga: BUMN Beri Rp375 Triliun ke Negara Selama Pandemi
Dalam melakukan transformasi, Erick menjelaskan, kementerian BUMN fokus terhadap lima ekosistem Key Performance Indicator (KPI).
Pertama, memetakan nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia. Sebagai contoh di BRI. Selain mengupayakan pertumbuhan bisnis, BRI juga harus membangun UMKM sebagai lokomotifnya.
Kedua, melakukan restrukturisasi model bisnis untuk meningkatkan daya saing. Ssbagai contoh, Kementerian BUMN melakukan penggabungan rumah sakit yang berada di bawah PTPN, Pertamina dan Pelindo.
Baca Juga: Komitmen Nyata BUMN Wujudkan Kepemimpinan Perempuan di 2023
Saat ini, sekitar 70 rumah sakit di bawah BUMN tersebut telah menjadi satu grup dan mampu membalikkan rugi menjadi untung.
Ketiga, melakukan pengembangan digital satunya mendorong Telkom tidak hanya menjalankan bisnis telco tetapi juga menjadi data center.
“Keempat, melakukan peningkatan investasi dengan menekankan bisnis proses sebagai kunci dan kelima, pembentukan SDM yang berkualitas,” tandasnya.





















