• Latest
  • Trending
Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi Enggan Bertemu Joe Biden

Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi Enggan Bertemu Joe Biden

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Tetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

PWI Polisikan Hotman Paris usai Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ ke Wartawan

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Amankan 19 Orang dalam OTT Lombok Barat, 7 Dibawa ke Gedung Merah Putih

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Bupati Lombok Barat Sempat Nobar Piala Dunia Sebelum Terjaring OTT KPK

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK OTT Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo soal Penetapan Tersangka

Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo soal Penetapan Tersangka

Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara

Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara

Prabowo Instruksikan Pembentukan Tim Khusus Atasi Banjir Jabodetabek

Istana Minta Hotman Tak Seret Nama Prabowo dalam Kasus Febrie Adriansyah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi Enggan Bertemu Joe Biden

by Zamzami Ali
Juni 23, 2021
in GLOBAL
Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi Enggan Bertemu Joe Biden

Presiden Iran, Ebrahim Raisi. [AP PHOTO/EBRAHIM NOROOZI]

ASPEK.ID, JAKARTA – Iran baru saja memilih Ebrahim Raisi, presiden garis keras yang setia kepada pemimpin tertinggi negara itu. Dia mengaku enggan untuk bertemu dengan Presiden AS Joe Biden.

Raisi dapat menjadi kunci untuk menghidupkan kembali negosiasi dalam perjanjian nuklir Iran 2015. Akan tetapi, pemerintahan Biden yakin pemimpin tertinggi Iranlah yang berhak mengambil keputusan.

Ebrahim Raisi adalah presiden-terpilih Iran. Tokoh ultrakonservatif itu menang telak dalam pemilihan presiden dengan tingkat partisipasi pemilih terendah. Ketika ditanya apakah ia akan menemui Presiden AS Joe Biden, Raisi sebagaimana dilansir dari laman VOA Indonesia menjawab, “Tidak.”

BacaJuga

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Israel Izinkan Penggunaan Buaya untuk Cegah Napi Kabur

Milisi Irak Pasang Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Donald Trump

Argentina Tuduh Kapal Perang Inggris Masuk Perairannya Usai Laga Piala Dunia

AS Bombardir Iran Lagi Usai Selat Hormuz Ditutup, Ketegangan Kian Memanas

Helikopter yang Ditumpangi Wapres Zambia Jatuh Usai Lepas Landas

Jawaban yang tidak membuat ragu Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki. “Dalam pandangan kami, ada seorang pengambil keputusan di Iran yang sampai sekarang belum berubah, ia adalah Pemimpin Tertinggi Iran.”

Pemimpin Tertinggi Iran yang dimaksud Psaki adalah Ayatollah Ali Khamenei. Siapapun yang menjabat presiden bertanggung jawab kepada pemimpin tertinggi negeri itu.

AS dan lima negara lainnya tengah merundingkan sejumlah persyaratan baru dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015, tapi Raisi mengatakan bahwa program rudal Iran “tidak dapat dinegosiasikan.” Ia juga menyalahkan AS karena melanggar janji.

Raisi mengatakan, “Anda berkewajiban untuk mencabut sanksi dan Anda tidak melakukannya; kembali dan penuhilah komitmen Anda. Dan kepada negara-negara Eropa, menurut saya mereka seharusnya tidak terus ditekan oleh kebijakan Amerika.”

Psaki menyebut pernyataan itu sebagai gertakan politik dan mengatakan bahwa sanksi-sanksi – yang diterapkan kembali oleh pemerintahan mantan Presiden Trump – merupakan bagian dari diskusi untuk menghidupkan kembali perjanjian internasional tersebut.

Jen Psaki menambahkan, “Kami tentu paham seperti kita lihat dari negosiasi sebelumnya bahwa akan ada berbagai retorika yang diluncurkan untuk menanggapi kebutuhan politik di dalam negeri. Kami paham itu, tetapi fokus kami tetap pada negosiasi-negosiasi yang kami harap bisa berlanjut.”

Raisi sendiri tengah dikenai sanksi AS akibat perannya sebagai tersangka dalam eksekusi ribuan tahanan politik pada 1988, meski ia menyebut dirinya sebagai “pembela hak asasi manusia” dalam konferensi persnya.

Mantan tahanan Iraj Mesdaghi menyebut sang presiden-terpilih, yang menjabat posisi Hakim Agung Iran, memimpin “panel hukuman mati.” “Ia memainkan peran yang sangat aktif dibandingkan dengan anggota komisi kematian lainnya,” tukasnya.

Ketika VOA bertanya kepada Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, tentang sanksi terhadap sang presiden-terpilih dan negaranya, Psaki menjawab, “Presiden yang baru tentu saja akan dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran HAM di bawah pengawasannya. Ke depan, kami mendesak pemerintah Iran, terlepas siapapun yang berkuasa, untuk membebaskan tahanan politik, memperbaiki hak asasi manusia dan kebebasan mendasar bagi semua warga Iran.”

Raisi adalah anak didik pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pengamat memperkirakan ia tidak akan memerintah negaranya sendiri dan bahwa tantangan besar menantinya.

Farzaneh Roostaee, jurnalis Iran di Stockholm, menuturkan, “Kursi kepresidenan berada di luar kapasitasnya. Ia tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan krisis ekonomi Iran maupun JCPOA (The Joint Comprehensive Plan of Action atau perjanjian nuklir Iran, red.), yang merupakan masalah yang sangat kompleks dan sulit, bahkan mungkin tidak akan bisa dipecahkan.”

Tidak ada yang tahu kapan keenam kekuatan dunia – AS, Inggris, Rusia, Prancis, China dan Jerman – akan bertemu lagi untuk membahas perjanjian nuklir Iran. Penasihat keamanan nasional AS mengatakan masih ada kesenjangan yang lebar pada beberapa isu utama.

Komentar
Share28Tweet18SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Biden Mundur dari Pilpres AS, Kamala Lawan Trump

Biden Mundur dari Pilpres AS, Kamala Lawan Trump

Amerika -  Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara mengejutkan mundur dari bursa pencalonan Pilpres 2024. Dia mendukung Wakil Presiden...

Joe Biden: Hanya Tuhan yang Bisa Membuat Saya Mundur Capres

Amerika - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menuturkan debatnya melawan Donald Trump dari Partai Republik adalah episode yang buruk....

Bank China Sponsor Formula  E di Ancol

Presiden AS: China jadi ‘Bom Waktu’ Ekonomi

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam forum terbuka menyatakan China merupakan bom waktu berdetak dari sisi ekonomi bagi dunia....

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pelindo Marine Hidupkan Kembali Semangat Pelaut Majapahit di Sekolah

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Tetapkan Tersangka dalam OTT Bupati Lombok Barat

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Andy Burnham Dilantik Jadi PM Inggris, Siapkan Model Ekonomi Baru

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

PWI Polisikan Hotman Paris usai Ucapan ‘Lu Punya Otak Nggak’ ke Wartawan

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

Ledakan Guncang Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Rusak

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In