ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah memutuskan untuk mengangkat Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PLN dan Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama (Komut) PT PLN.
Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Senin (23/12) kemarin di Jakarta, Erick juga menunjuk Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara sebagai Wakil Komisaris Utama atau Wakomut PT PLN (Persero).
Kemudian, ada Sinthya Roesly yang ditunjuk sebagai Direktur Keuangan PT PLN (Persero) menggantikan Sarwono Sudarto yang diberhentikan secara hormat.
Nama terakhir yang mendapat penugasan baru, adalah Darmawan Prasodjo yang ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama atau Wadirut yang akan mendampingi Zulkifli Zaini. Darmawan yang juga Deputi I Kepala Staf Kepresidenan RI itu, sebelumnya menjabat sebagai Komisaris PT PLN (Persero).
Isu pengangkatan bos perusahaan setrum negara ini sejatinya telah heboh sejak bulan lalu, tepatnya di minggu terakhir bulan November 2019. Nama Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, santer disebut-sebut akan diangkat oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).
Hal itu diperkuat oleh pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa calon kuat Direktur Utama PLN sudah diputuskan oleh Tim Penilai Akhir (TPA), yakni Rudiantara.
Memang, jawaban Mas Pram (sapaan akrab Pramono) terkesan diplomatis dan dia tidak membenarkan maupun membantah kabar pengangkatan Rudiantara sebagai Direktur Utama PLN.
“Mudah-mudahan segera dilantik, saya sudah tanda tangan. Bolanya sekarang di Menteri BUMN,” kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di kantornya di Jakarta, Senin (25/11/2019).
Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin kemudian mengaku masih menunggu surat dari Sekretaris Kabinet Pramono Anung terkait pelantikan mantan Menteri Komunikasi dan Informatikan Rudiantara menjadi bos PT PLN (Persero).
“Tunggu izin Pak Pramono Anung. Suratnya belum jalan, dari kantor Pak Pramono Anung,” ujar dia di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bahkan sempat ‘berseloroh’ bahwa Rudiantara memiliki spesifikasi yang lengkap untuk memimpin PLN. Pengalamannya sebagai Menkominfo dan pernah menjadi Wakil Dirut PLN, menjadikan alasan kuat untuk itu.
“Pak Rudiantara kan orang paten,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Pada Rabu (11/12) lalu, Presiden Jokowi memberikan arahan khusus kepada Menteri BUMN Erick Thohir soal Direktur Utama PLN. Presiden Jokowi memerintahkan Erick Thohir untuk mencari figur yang sudah berpengalaman.
Bisa diartikan, pernyataan ini seperti menjadi ‘isyarat’ bahwa Rudiantara merupakan sosok yang tepat untuk menjadi Direktur Utama PLN, karena pengalamannya menjadi Wakil Dirut PLN pada 2008-2009.
Namun, dalam kesempatan itu, Erick Thohir menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan tentang Dirut PLN dan ini menjadi sinyal bahwa nasib Rudiantara masih belum jelas.
“Kalau secara bursa (Rudiantara) ya masuk. Cuma kalau ditentukannya masih dalam proses,” ungkapnya.
Pernyataan Staf Khus Menteri BUMN, Arya Sinulingga pada Senin (16/12) semakin mempertegas ketidakpastian kabar Rudiantara akan menjadi Dirut PLN.
Pria yang baru saja diangkat sebagai Komisaris di PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) itu mengaku tidak tahu menahu tentang kepastian kabar tersebut. Nasib Rudiantara yang pernah berkarier di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata), dan Telkom itu semakin tak jelas.
“Belum tahu,” kata Arya singkat.
Setelah bola panas hampir bergulir sebulan lamanya, pada Sabtu (21/12), Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya menyatakan bahwa nama pimpinan PLN, termasuk Komisaris Utama, akan ditentukan lewat RUPS pada Senin (23/12).
Pendiri Mahaka Group itu masih menyebut bahwa nama Rudiantara menjadi salah satu kandidat yang akan menjabat sebagai Direktur Utama PLN.
“Insya Allah, Senin diumumkan. Memang salah satu kandidatnya (Rudiantara),” kata Erick Thohir usai menghadiri akad nikah putri Ketua DPD La Nyalla Mattalitti di Surabaya, Sabtu (21/12).
Namun pada Senin (23/12) pagi kemarin, isu lain berhembus tatkala tersiar kabar bahwa mantan Dirut Bank Mandiri, Zulkifli Zaini yang akan dilantik dan menduduki jabatan Direktur Utama PLN, bukan Rudiantara.
Akhirnya pada Senin (23/12) sore, teka teki pun terjawab. Zulkifli Zaini lah yang mengisi kursi Direktur Utama PLN yang kosong selama ini pasca ditinggal oleh Sofyan Basir pada Mei 2019 lantaran terjerat karena tersangkut kasus suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-I (telah divonis bebas).
Namun, pengangkatan ini tidak sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi, seperti yang telah disebutkan diatas. Kepala Negara memerintahkan Erick Thohir untuk mencari figur yang sudah berpengalaman. Ada yang aneh, sangat bertolak belakang.
Nyatanya, Zulkifli Zaini merupakan pejabat yang sedari awal karirnya bergelut di dunia perbankan. Ia berkarir mulai dari 1980 di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), lalu pindah ke Bank Mandiri hingga menjadi Direktur Utama (2010-2013) lalu menjadi Komisaris Independen BNI (2015-2019).
Baca juga Ayo Cek, PLN Salurkan Lagi Stimulus Listrik Periode September
“Sejak awal kami gak ada ngomongin (Rudiantara). Cuma ngomong dia termasuk (salah satu kandidat),” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019).
Arya pun enggan berkomentar apakah Rudiantara tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan Kementerian BUMN. Namun, Arya tidak menutup kemungkinan bahwa nanti Rudiantara akan memperoleh jabatan di perusahaan pelat merah lainnya.
“Kalau ada kebutuhan BUMN bisa kita minta. Datanya kan sudah kita dapat,” katanya.
Ya, pada akhirnya ketidakpastian yang dipertontonkan kepada publik selama ini sudah terjawab. Para pejabat yang telah ditunjuk kini mendapatkan tugas untuk menangani perusahaan setrum negara tersebut dan mereka akan mulai bekerja sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Namun, bagaimana dengan nasib dan perasaan Rudiantara saat ini?
























