Direktur Human Capital dan Pengembangan WIKA Mursyid mengatakan tiga anak usaha PT Wijaya Karya (WIKA) (Persero) Tbk akan melaksanakan initial public offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap.
“Ini perusahaannya (Wika Industri dan Konstruksi) lebih siap dan tinggal menunggu respon pasar terhadap dampak Pandemi Covid-19, kita harapkan 2022 (IPO),” terang Mursyid dalam konferensi pers Public Expose (PUBEX), Rabu (08/09/2021).
WIKA menargetkan IPO Wika Industri dan Konstruksi, memperoleh dana sebesar Rp 1 triliun. Sedangkan PT Wika Realty akan melaksanakan IPO tahun 2023 dengan target Rp 2 triliun
Sementara anak usaha yang lain PT Wika Rekayasa Konstruksi akan mencatatkan saham perdananya di BEI pada tahun 2024.
Ia mengatakan bahwa WIKA sudah menyiapkan roadmap (peta jalan) karena Wika Realty mendapatkan penugasan sebagai holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perhotelan.
PT Wijaya Karya Tbk adalah salah satu perusahaan konstruksi milik Pemerintah Indonesia. WIKA didirikan berdasarkan UU no. 19 tahun 1960 junto PP. no. 64 tahun 1961 tentang Pendirian PN “Widjaja Karja” tanggal 29 Maret 1961.
























