ASPEK.ID, JAKARTA – Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan ada tiga tahapan utama pemulihan aktivitas di lingkungan BUMN.
Tahapan pertama, sampai kuartal II 2021, BUMN berada di ‘survival and going concern’. Pada periode ini, pihaknnya melindungi BUMN strategis dan BUMN terdampak Covid-19.
Tiko, sapaan akrab Wamen BUMN ini mengatakan bahwa Kementerian BUMN melakukan pembentukan klasterisasi berdasarkan supply chain dan kesamaan industri untuk meningkatkan sinergi.
“Dari sisi supply chain agar dapat memastikan kita bisa efisiensi seluruh proses produksi maupun pelayanan jasa berjalan baik dengan biaya yang lebih baik,” katanya.
“Tahapan pemulihan di BUMN cukup mirip dengan tahapan pemulihan ekonomi secara keseluruhan,” ujar Kartika Wirjoatmodjo dalam seminar rangkaian Capital Market Summit & Expo 2020 dilansir laman Antara di Jakarta, Selasa (20/10).
Dan saat bersamaan, Kementerian BUMN juga memperbaiki landasan GCG BUMN beserta restrukturisasi operasional.
Pada tahap kedua, Tiko menyampaikan yakni hingga kuartal II 2022 berada di area ‘restructuring and realignment’.
“Kita fokus memperbaiki portofolio sehingga kita siap untuk tumbuh dan berkembang lagi, serta mempersiapkan landasan inovasi model bisnis baru,” paparnya.
Dan pada tahap ketiga, yakni hingga 2024 berada dalam area ‘innovation and transmition.
“Periode ini untuk menciptakan kesempatan partisipasi sektor swasta dan melakukan penajaman fokus BUMN dan anak usaha dengan tujuan komersial dan sosial,” tandasnya.






















