ASPEK.ID, JAKARTA – Dalam waktu yang berdekatan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan terhadap susunan Direksi dan Komisaris di empat perusahaan konstruksi pelat merah.
Keempatnya adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero).
Menariknya, keempat Direktur Utama (Dirut) BUMN Karya yang baru saja diangkat ini seluruhnya pernah menjadi petinggi di PT Wijaya Karya Tbk (Persero) atau WIKA.
Berikut profil singkat keempat Dirut BUMN Karya tersebut:
1. Budi Harto – Dirut Hutama Karya
Sebelum di Hutama Karya, Budi menjabat sebagai Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk sejak 8 April 2016. Pria kelahiran Boyolali, 11 September 1959 ini memulai kariernya di BUMN Karya sejak 1984.
Beberapa posisi penting pernah diembannya, yakni Presiden Komisaris PT WIKA Gedung (2009-2010), Komisaris Utama PT WIKA Intrade (2008-2009), General Manager General Sipil pada tahun 2008 dan General Manajer Operasi 1 (2006-2007).
Selain itu, Budi juga pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris PT WIKA Gedung sejak 2013 dan Direktur Operasi I WIKA Gedung (2008-2013).
Alumnus Magister Manajemen Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini juga pernah menjabat Direktur Operational I WIKA sejak 25 April 2013 hingga 22 April 2015.
2. Destiawan Soewardjono – Dirut Waskita
Kementerian BUMN mendapuk Destiawan Soewardjono didapuk menjadi Direktur Utama Waskita Karya, menggantikan I Gusti Ngurah Putra.
Destiawan bergabung dengan WIKA sejak 1988. Sebelum menjadi bos Waskita, Destiawan sempat menjabat sebagai Direktur Operasi III WIKA.
Ia telah bergabung dengan perusahaan konstruksi itu semenjak 1988. Di Wika, jebolan Teknik Sipil Unbraw ini sudah menjabat
Beberapa posisi strategis yang pernah dijabat lulusan Teknik Sipil Unbraw ini antara lain Manager Proyek East West Motorway – Aljazair Wika, GM Departemen Luar Negeri di Wika dan Komisaris Utama PT Wika Beton Tbk.
3. Entus Asnawi Mukhson – Dirut Adhi Karya
Dia menggantikan Budi Harto yang menjabat posisi Direktur Utama Adhi Karya. Entus sebelumnya mengisi posisi Direktur Keuangan perusahaan ini sejak April 2018.
Pria kelahiran Pandeglang 24 Agustus 1962 tersebut sebelumnya telah melanglang buana di dunia konstruksi. Namanya lebih dulu berkibar saat berkarier di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Dia pernah mengisi posisi General Manager Keuangan WIKA pada 2009-2011. Kemudian dia promosi menjadi Direktur Keuangan di PT WIKA Beton Tbk pada 2011-2012.
Dia kemudian ditunjuk menjadi Direktur keuangan dan Sumber Daya Manusia pada 2012-2016. Entus kemudian ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT WIKA Serang Panimbang pada 2017 hingga 2018, sebelum diangkat sebagai Direktur Keuangan Adhi Karya.
Lulusan Sarjana Universitas Islam Indonesia 1986 juga menjabat sebagai komisaris di anak usaha, yakni PT Adhi Persada Gedung dan PT Adhi Persada Beton.
4. Novel Arsyad – Dirut PP
Alumni WIKA terakhir yang saat ini menjadi bos di BUMN Konstruksi adalah Novel Arsyad, Direktur Utama PT PP Tbk (Persero). Dia sebelumnya merupakan Direktur SDM WIKA.
Novel bergabung di WIKA sejak tahun 1991, sebagai Staf Seksi Teknik Proyek Bank Pelita Jakarta di divisi bangunan gedung. Kemudian pada tahun 2016 Novel menjadi Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung.
Beberapa jabatan penting yang pernah ditempatinya antara lain, Kepala Proyek Solo Paragon, Manager Proyek The Adhiwangsa Residences & Mall Surabaya, Manager Business Development, Divission Manager dan General Manager Departemen Bangunan Gedung.
























