“Membangun bisnis seperti mengayuh sepeda, harus terus berputar agar maju”
Hal itu dikatakan oleh Founder The Atjeh Connection, Amir Faisal Nek Muhammad saat podcast EKOnomics Impact yang dibawakan oleh Mantan Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo.
Dalam podcast itu Amir Faisal menceritakan awal berdiri cafe dan resto The Atjeh Connection.
“Awalnya Atjeh Connection ini adalah tempat berkumpul dengan teman-teman, malah itu sebelum adanya Atjeh Connection. Jadi sebetulnya dari iseng-iseng itu kita ngumpul dengan teman-teman, saya berpikir saya harus punya sesuatu yang saya jual, dalam konteks bagaimana saya melayani teman-teman. Jadi saya menyiapkan kopi terbaik dari Aceh, ini pun bukan asal pilih,” katanya.
Eko Putro Sandjojo pun sempat bertanya, mengapa diberi nama The Atjeh Connection, padahal saat itu kuliner Aceh belum terkenal di Jakarta,” mengapa tidak membuat makanan lain, makanan padang atau yang lain,” tanya Eko.
Soal nama The Atjeh Connection, Amir Faisal mengatakan bahwa nama tersebut lahir karena di Jakarta tidak ada cafe dan resto yang menamakan langsung Aceh, hal itu pun tidak lepas karena ia berasal dari wilayah paling ujung barat di pulau Sumatera tersebut.
Sedangkan nama Connection, tujuannya untuk menyatukan semua kalangan di tempat tersebut.
“Selama ini kita membangun konektifitas dengan banyak kalangan, teman-teman saya ada dari Jawa, Sunda, Batak dan dari berbagai wilayah lain, sehingga lebih cocok seandainya menggunakan nama Connection, sehingga munculah nama Atjeh Connection,” lanjut Amir Faisal.
Soal mengawali bisnis, Amir Faisal mengatakan yang pertama sekali harus dimiliki adalah faith atau keyakinan.” Lalu lanjutannya, sama seperti mas eko sampaikan ke saya, yakni commont interest. Setelah ada faith satukan dengan commont interest-nya, saya yakin semua itu bisa jalan.”
Bagi seorang pengusaha, menurut Amir Faisal jangan pernah berpikir soal gagal. “Baca Bismilah, gigit gigi kuat-kuat, jalan aja”
Saat ini The Atjeh Connection sudah memiliki 7 gerai. Selain di Jakarta dan Surabaya, rencananya Amir Faisal juga ingin membuka gerai baru di Semarang, namun masih ditunda untuk melihat aturan PSBB yang selama ini diterapkan.
“Sebelum covid, sebenarnya kita sudah hunting tempat di Singapura dan Kuala Lumpur, tapi tentunya kita paham dengan kondisi seperti ini, buat semua bahaya,” kata Amir.
Ia pun berbagi tips untuk anak-anak muda yang ingin menjadi pengusaha. “Jangan pernah menjadi follower, masing-masing manusia punya talenta, tinggal mau dikemas atas ngak. Buat keyakinan, cari knowledge-nya, baru eksekusi.”
Eko Putro Sandjojo pun bangga dengan Atjeh Connection yang mampu membuat kopi dengan rasa yang tidak kalah dengan kopi-kopi yang diproduksi oleh franchise di dunia internasional.
“Salah satu produk Atjeh Connection adalah kopi sangeran, saya berani katakan taste-nya tidak kalah dengan kopi-kopi yang dibuat oleh franchise internasional,”kata Eko.
Selain berbicara tentang bisnis dan kuliner, mantan Menteri Desa ini pun sempat menyinggung soal politik, apakah Amir Faisal punya rencana untuk menjadi Gubernur Aceh.
“Pak Amir pernah bilang ke saya, kalau kita menjalankan usaha kita bisa create job untuk berapa puluh, ratus atau maksimum berapa ribu orang, tapi kalau kita bekerja di public office, menjadi kepala daerah gitu mungkin impact-nya bisa lebih besar lagi ke masyarakat. Saya dengar pak Amir ada rencana ikut jadi gubernur di Aceh, benar atau rumor itu pak? tanya Eko Putro ke Amir Faisal.
Selengkapnya bisa ditonton disini:
























