ASPEK.ID, JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk telah menyiapkan skenario guna menghadapi kondisi ‘The New Normal’ sebagai tindak lanjut arahan Menteri BUMN melalui surat dengan Nomor: S-336/MBU/05/2020 pada 15 Mei 2020 perihal Antisipasi Skenario The New Normal BUMN.
Perseroan telah membentuk task force untuk menyusun skenario The New Normal serta mengawasi pelaksanaannya di lapangan. Hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan produktivitas dan efektivitas kerja, pemulihan aktivitas ekonomi, hingga meng-katalis pekerjaan proyek dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan ketat berkenaan dengan keberlangsungan usaha yang diterapkan oleh Pemerintah.
“Skenario yang disusun dalam beberapa protokol tersebut akan menjadi panduan bagi seluruh karyawan, para mitra dan seluruh pemangku kepentingan, segera setelah Pemerintah secara resmi memutuskan ketetapan lebih lanjut,” kata Sekretaris Perusahaan, Mahendra Vijaya dala keterangan resminya, Selasa (26/5).
Adapun skenario The New Normal yang telah disiapkan antara lain; penerapan protokol kesehatan, penerapan Work from Home (WFH), dan Work from Office (WFO) yang disiapkan untuk menghadapi fase New Normal serta penerapan digitalisasi teknologi konstruksi secara terpadu dan terintegrasi.
Protokol Kesehatan Ketat
Selama Pandemi Covid-19 berlangsung, Perseroan secara konsisten dan kontinyu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu dilakukan dengan melakukan pembatasan dan memonitor tamu yang berkunjung ke kantor maupun site (proyek) dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu.
Dari sisi karyawan, Perseroan mewajibkan untuk melaporkan kondisi kesehatannya secara berkala. Sementara bagi mereka yang harus bekerja di kantor, Perseroan menambahkan protokol menyangkut transportasi, fasilitas makan, alat perlindungan diri (APD) seperti masker, hand sanitizer, dan mengonsumsi vitamin yang dibutuhkan.
Selain itu, mereka juga harus melaksanakan social distancing dan mengurangi pertemuan yang melibatkan banyak orang.
“Kami bersama-sama melakukan pencegahan nyata terhadap penyebaran Covid-19 dengan mematuhi imbauan pemerintah untuk sterilisasi seluruh kantor melalui penyemprotan cairan disinfektan secara berkala. Sterilisasi dilakukan di kantor maupun site atau proyek,” lanjut Mahendra.
Protokol Interaksi Kerja & Pelanggan
Selama Pandemi Covid-19 berlangsung, Perseroan pada masa The New Normal berkomitmen untuk profesional dengan menerapkan pengaturan jam kerja dari kantor (Work from Office/WFO) dan jadwal Work from Home (WFH) atau bekerja dari rumah.
Penerapan pola kerja WFO didasarkan dengan pertimbangan adanya kepentingan mendesak yang tidak dapat diwakilkan atau dilakukan secara virtual (tidak sedang sakit/ODP/PDP/OTG/Positif Covid-19).
Walau demikian, penerapan protokol kesehatan tetap harus melekat kepada karyawan yang melaksanakan WFO dengan memenuhi persyaratan teknis lain (memiliki kartu sehat Covid-19, menggunakan APD, mengisi log book kegiatan)
Selain WFO, Perseroan dalam menghadapi skenario The New Normal juga menerapkan WFH di beberapa bagian dengan menerapkan split team dan koordinasi menggunakan platform aplikasi mobile untuk mentransformasi aktivitas proses Perusahaan (WIKA Zone), digital meeting, webinar (web seminar/seminar online) serta komunikasi digital tanpa bertemu tatap muka langsung.
Sementara untuk interaksi dengan pelanggan, pemasok, mitra usaha, dan para pemangku kepentingan lain, skenario The New Normal diantisipasi Perseroan dengan meneruskan penerapan sebagaimana tertera pada Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/216/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di tempat kerja.
Dalam implementasinya, protokol itu mengatur mengenai tata cara interaksi dan komunikasi antara Perseroan dengan para pihak terkait, melalui: penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menghindari kontak fisik langsung (Physical distancing dan mendorong pelaksanaan tele conference, serta penggunaan APD) Respon untuk menjawab kebutuhan komunikasi dan interaksi dengan mitra kerja, salah satunya dilakukan WIKA dengan menyiapkan sebuah web portal electronic supply chain management (eSCM) yang didesain khusus bagi para mitra kerja dan dapat diakses secara online melalui escm.wika.co.id.
“WIKA siap menghadapi era The New Normal, karena semua layanan interaksi dan komunikasi bisa diselesaikan melalui online yang lebih praktis, cepat dan efisien dengan tetap berpegang teguh pada protokol kesehatan,” terang Mahendra.
Digitalisasi Teknologi Konstruksi
Dalam pelaksanaan skenario The New Normal, khususnya berkenaan dengan aktivitas riil di site atau proyek. Perseroan akan mengoptimalkan peran dan fungsi teknologi untuk pembangunan dan pemantauan proyek secara terintegrasi dan terpadu.
Beberapa aktivitas yang semula membutuhkan kehadiran fisik di lapang, seperti rapat koordinasi rutin, rapat eksternal, QSHE Patrol, QSHE Morning Talk, inspeksi lapangan rutin, training, seremonial, hingga pelaporan, saat ini dapat disesuaikan dengan melakukan inspeksi dan monitoring secara online.
Dalam skenario The New Normal, Perseroan akan mengoptimalkan peran dan fungsi komputer jinjing berkamera, telepon pintar (tablet), drone, CCTV yang difasilitasi oleh platform perangkat lunak seperti video conference online untuk memfasilitasi pekerjaan agar tetap efektif.
“Manajemen melakukan langkan evaluasi secara berkala untuk bisa menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan perbaikan berkesinambungan guna meningkatkan efektivitas dan menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku” pungkas Mahendra.
























